Kemenag relokasi MTsN III dari Petobo pascalikuifaksi
Senin, 5 November 2018 7:53 WIB
Lokasi bekas likuifaksi di Petobo mulai dibersihkan dan diratakan menggunakan alat berat. Proses pembersihan itu melibatkan Komando Satuan Tugas Gabungan Terpadu (Kogasgabpad) dan sejumlah unsur lainnya dalam rangka prnanggulangan bencana Sulawesi Tengah, Kamis (1/11). (Foto: Antara/Moh Ridwan)
Palu (Antaranews Sulteng) - Kementerian Agama Kota Palu, Sulawesi Tengah, akan merelokasi Madrasyah Tsanawiyah Negeri (MTsN) III dari Kelurahan Petobo pascagempa dan likuifaksi menghantam kelurahan tersebut.
"Iya, MTsN Palu Selatan atau MTsN III akan direlokasi ke wilayah atau lokasi yang lebih aman," ucap Kepala Kemenag Kota Palu Ma`sum Rumi, di Palu, Sabtu.
MTsN III Kota Palu menjadi salah satu terdampak likuifaksi, saat bencana itu menerpa Kelurahan Petobo Kecamatan Palu Selatan pada Jumat 28 September 2018 petang itu.
Madrasyah yang beralamat di Jalan Dewi Sartika Kota Palu itu, sebagian wilayah termasuk lima bangunan gedung tertimbun lumpur.
Relokasi madrasyah itu telah mendapat persetujuan dari Kementerian Agama RI melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Islam.
Pascagempa dan tsunami Dirjen Pendis Kemenag Kamaruddin Amin meninjau madrasyah tersebut dan berdiri di atas lumpur yang menutup sebagian besar bangunan gedung madrasyah itu.
"Dirjen Pendis telah meninjau dan juga setuju untuk merelokasi madrasyah tersebut," kata Ma`sum.
Saat ini, kata dia, pihaknya tengah mencari lokasi untuk relokasi Madrasyah tsanawiyah ?III itu, namun lokasinya tidak lagi di wilayah Petobo, walaupun tidak semua wilayah Kelurahan Petobo terdampak likuifaksi.
"Masih dicari lokasi untuk relokasi. Yang jelas lokasinya harus benar-benar aman untuk jangka waktu lama," sebutnya.
Ia menerangkan, MTsN Palu Selatan atau MTsN III Kota Palu saat ini tidak layak lagi untuk digunakan.?
Karena itu, siswa-siswi madrasyah tersebut mengikuti proses pembinaan dan belajar mengajar dibawah tenda yang dibangun sementara di Lapangan Futsal Jalan Banteng.
"Iya, MTsN Palu Selatan atau MTsN III akan direlokasi ke wilayah atau lokasi yang lebih aman," ucap Kepala Kemenag Kota Palu Ma`sum Rumi, di Palu, Sabtu.
MTsN III Kota Palu menjadi salah satu terdampak likuifaksi, saat bencana itu menerpa Kelurahan Petobo Kecamatan Palu Selatan pada Jumat 28 September 2018 petang itu.
Madrasyah yang beralamat di Jalan Dewi Sartika Kota Palu itu, sebagian wilayah termasuk lima bangunan gedung tertimbun lumpur.
Relokasi madrasyah itu telah mendapat persetujuan dari Kementerian Agama RI melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Islam.
Pascagempa dan tsunami Dirjen Pendis Kemenag Kamaruddin Amin meninjau madrasyah tersebut dan berdiri di atas lumpur yang menutup sebagian besar bangunan gedung madrasyah itu.
"Dirjen Pendis telah meninjau dan juga setuju untuk merelokasi madrasyah tersebut," kata Ma`sum.
Saat ini, kata dia, pihaknya tengah mencari lokasi untuk relokasi Madrasyah tsanawiyah ?III itu, namun lokasinya tidak lagi di wilayah Petobo, walaupun tidak semua wilayah Kelurahan Petobo terdampak likuifaksi.
"Masih dicari lokasi untuk relokasi. Yang jelas lokasinya harus benar-benar aman untuk jangka waktu lama," sebutnya.
Ia menerangkan, MTsN Palu Selatan atau MTsN III Kota Palu saat ini tidak layak lagi untuk digunakan.?
Karena itu, siswa-siswi madrasyah tersebut mengikuti proses pembinaan dan belajar mengajar dibawah tenda yang dibangun sementara di Lapangan Futsal Jalan Banteng.
Pewarta : Muhammad Hajiji
Editor : Rolex Malaha
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Terpopuler - Sulteng
Lihat Juga
200-an kontraktor proyek Pemprov Sulteng belum ikutkan karyawannya ke BPJamsostek
21 February 2020 11:49 WIB, 2020
Hanura rekomendasikan Hadianto-Reni berpasangan di Pilkada Kota Palu
21 February 2020 0:05 WIB, 2020