Prabowo soroti banyak utang akibat pembangunan infrastruktur
Senin, 18 Februari 2019 3:07 WIB
Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto menyampaikan pendapatnya saat mengikuti debat capres 2019 putaran kedua di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu (17/2/2019). Debat yang diikuti Capres nomor urut 01 Joko Widodo dan Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto itu mengangkat tema energi dan pangan, sumber daya alam dan lingkungan hidup, serta infrastruktur. (ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/aww.)
Jakarta, (Antaranews Sulteng) - Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto menyoroti banyaknya utang akibat pembangunan infrastuktur di era pemerintahan Joko Widodo yang menyebabkan inefisiensi.
"Saya melihat bahwa masalah 'cost of money', banyak utang komersial untuk membangun infrastruktur yang menyebabkan inefisiensi," kata Prabowo dalam Debat Capres Putaran Kedua sesi pendalaman visi misi di Jakarta, Minggu.
Prabowo menambahkan banyak masyarakat yang dinilai dirampas tanahnya karena pembangunan tersebut.
"Masyarakat tanahnya diambil, memindahkan kehidupan mereka," katanya.
Karena itu, Prabowo menawarkan untuk pembangunan infrastruktur sedianya dilakukan dengan pendekatan kerakyatan.
"Ini sangat penting dengan bicara, kita harus berorientasi untuk meningkatkan nilai tambah dari segi ekonomi agar bisa membayar utang-utang itu yang membuat pertumbuhan ekonomi melambat," katanya.
"Saya melihat bahwa masalah 'cost of money', banyak utang komersial untuk membangun infrastruktur yang menyebabkan inefisiensi," kata Prabowo dalam Debat Capres Putaran Kedua sesi pendalaman visi misi di Jakarta, Minggu.
Prabowo menambahkan banyak masyarakat yang dinilai dirampas tanahnya karena pembangunan tersebut.
"Masyarakat tanahnya diambil, memindahkan kehidupan mereka," katanya.
Karena itu, Prabowo menawarkan untuk pembangunan infrastruktur sedianya dilakukan dengan pendekatan kerakyatan.
"Ini sangat penting dengan bicara, kita harus berorientasi untuk meningkatkan nilai tambah dari segi ekonomi agar bisa membayar utang-utang itu yang membuat pertumbuhan ekonomi melambat," katanya.
Pewarta : Juwita Trisna Rahayu
Editor : Sukardi
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Terpopuler - Sulteng
Lihat Juga
200-an kontraktor proyek Pemprov Sulteng belum ikutkan karyawannya ke BPJamsostek
21 February 2020 11:49 WIB, 2020
Hanura rekomendasikan Hadianto-Reni berpasangan di Pilkada Kota Palu
21 February 2020 0:05 WIB, 2020