MRT bebaskan tarif pada hari Senin malam
Selasa, 2 April 2019 14:14 WIB
Mesin tiket otomatis Stasiun Mass Rapid Transportation (MRT) Bundaran HI yang belum dapat digunakan dalam hari pertama MRT berbayar. Layanan MRT berbayar diberlakukan mulai 1 April 2019 dan mendapat potongan harga sebesar 50 persen dari tarif normal hingga 30 April 2019. (ANTARA/Livia KRistianti)
Jakarta (ANTARA) - Manajemen Moda Raya Terpadu (MRT) Jakarta membebaskan tarif kepada pengguna sejak 17.00 WIB hingga layanan terakhir pada Senin malam karena masalah pembayaran tiket masuk yang bermasalah.
“Pengguna bebas masuk untuk ke semua stasiun dan kereta dari jam 17.10 WIB hingga layanan terakhir,” kata Kepala Divisi Sekretaris Perusahaan MRT Jakarta Muhammad Kamaluddin di Jakarta, Senin.
Pihak MRT Jakarta akan melakukan evaluasi mengenai MRT berbayar perdana pada Senin malam agar dapat memberikan pelayanan yang lebih baik lagi kepada pengguna.
“Seharusnya besok sudah normal kembali, malam ini kita akan evaluasi secara keseluruhan,” kata Kamaluddin.
Menurut Kamaluddin, mesin tiket otomatis tidak dioperasikan di seluruh stasiun karena uang kembalian yang belum tercukupi di setiap stasiun MRT.
Sebelumnya, sejumlah pengguna mengeluhkan layanan pembayaran MRT perdana karena sulit melakukan tapping kartu uang elektronik dan kartu Jelajah Single Trip untuk tiket masuk.
“Saya harus menunggu teman saya, kartu uang elektroniknya tidak bisa digunakan padahal saldonya banyak,” kata salah satu pengguna MRT di Stasiun Lebak Bulus Lia.
Masalah pembayaran tersebut mengakibatkan beberapa orang terlambat menuju kantornya seperti Lia.
Selain masalah tapping kartu untuk pembayaran tiket masuk, masalah lainnya adalah penggunaan mesin tiket otomatis yang masih belum dioperasikan sehingga masyarakat harus mengantri untuk membeli tiket secara langsung.
Meski mengalami kendala, banyak masyarakat yang antusias untuk menggunakan layanan MRT karena lebih cepat dibandingkan moda transportasi lainnya.
“Lebih cepat soalnya, jadi mengantre untuk beli tiket tidak apa-apa,” kata pengguna MRT lainnya Priskilla.
“Pengguna bebas masuk untuk ke semua stasiun dan kereta dari jam 17.10 WIB hingga layanan terakhir,” kata Kepala Divisi Sekretaris Perusahaan MRT Jakarta Muhammad Kamaluddin di Jakarta, Senin.
Pihak MRT Jakarta akan melakukan evaluasi mengenai MRT berbayar perdana pada Senin malam agar dapat memberikan pelayanan yang lebih baik lagi kepada pengguna.
“Seharusnya besok sudah normal kembali, malam ini kita akan evaluasi secara keseluruhan,” kata Kamaluddin.
Menurut Kamaluddin, mesin tiket otomatis tidak dioperasikan di seluruh stasiun karena uang kembalian yang belum tercukupi di setiap stasiun MRT.
Sebelumnya, sejumlah pengguna mengeluhkan layanan pembayaran MRT perdana karena sulit melakukan tapping kartu uang elektronik dan kartu Jelajah Single Trip untuk tiket masuk.
“Saya harus menunggu teman saya, kartu uang elektroniknya tidak bisa digunakan padahal saldonya banyak,” kata salah satu pengguna MRT di Stasiun Lebak Bulus Lia.
Masalah pembayaran tersebut mengakibatkan beberapa orang terlambat menuju kantornya seperti Lia.
Selain masalah tapping kartu untuk pembayaran tiket masuk, masalah lainnya adalah penggunaan mesin tiket otomatis yang masih belum dioperasikan sehingga masyarakat harus mengantri untuk membeli tiket secara langsung.
Meski mengalami kendala, banyak masyarakat yang antusias untuk menggunakan layanan MRT karena lebih cepat dibandingkan moda transportasi lainnya.
“Lebih cepat soalnya, jadi mengantre untuk beli tiket tidak apa-apa,” kata pengguna MRT lainnya Priskilla.
Pewarta : Sri Muryono dan Libia Kristianti
Editor : Sukardi
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Jepang berharap MRT Jakarta menjadi simbol persahabatan dengan Indonesia
26 December 2019 19:41 WIB, 2019
Terpopuler - Sulteng
Lihat Juga
200-an kontraktor proyek Pemprov Sulteng belum ikutkan karyawannya ke BPJamsostek
21 February 2020 11:49 WIB, 2020
Hanura rekomendasikan Hadianto-Reni berpasangan di Pilkada Kota Palu
21 February 2020 0:05 WIB, 2020