Si Buta dari Gua Hantu jadi prangko Indonesia
Rabu, 10 April 2019 13:54 WIB
Ketua Asosiasi Komik Indonesia Faza Meonk (kiri) bersama Kepala Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF) Triawan Munaf (kanan) merilis kartu pos dan prangko seri Jagoan Indonesia, Si Buta dari Gua Hantu, di Gedung Filateli Jakarta,Kamis (4/4/2019) (ANTARA News/Devi Nindy)
Jakarta (ANTARA) - Tokoh komik jagoan Indonesia yakni Sri Asih, Si Buta dari Gua Hantu dan Gundala Putra Petir tidak hanya hadir dalam media komik, namun kembali eksis dalam bentuk prangko yang dirilis PT Pos Indonesia.
Prangko seri Jagoan Indonesia tersebut diluncurkan di Gedung Filateli Jakarta, Sawah Besar, Jakarta Pusat pada Kamis, bertepatan dengan peringatan 100 tahun kelahiran Bapak Komik Indonesia Raden Ahmad Kosasih atau RA Kosasih pada 4 April.
Prangko yang dirilis terdiri dari beberapa versi yakni souvenir sheet berisikan tiga prangko bernominal Rp10.000, versi standar masing-masing nominal Rp3.000, serta sampul hari pertama (SHP) yang dilepas secara terbatas.
PT Pos Indonesia di bawah Kementerian Komunikasi dan Informasi bekerja sama dengan pihak pemilik hak cipta karakter seri jagoan Indonesia antara lain ahli waris dan pengelola hak ciptanya melalui Asosiasi Komis Indonesia (AKSI).
Tiga jagoan yang dirilis dalam bentuk prangko tersebut memiliki nilai sejarah tinggi dan masih sangat digandrungi masyarakat Indonesia.
Sri Asih adalah tokoh komik pahlawan wanita pertama karya RA Kosasih yang menjadi tonggak sejarah komik Indonesia tahun 1954. Kemudian, Si Buta dari Gua Hantu merupakan tokoh komik populer yang lahir bertepatan dengan ulang tahun R.A. Kosasih.
Sedangkan Gundala Putra Petir yang lahir dari Komikus Harya Suraminata atau Hasmi, merupakan ikon komik populer sejak dirilis 1982 hingga kini, yang akan diangkat dalam film oleh sutradara Joko Anwar.
Perilisan prangko tersebut dinantikan dengan sangat antusias oleh sejumlah pecinta komik maupun komunitas kartu pos dan filatelis.
Salah satunya adalah Mia, anggota komunitas Post Crossing Indonesia yang datang bersama anggota komunitas lainnya untuk berburu koleksi prangko dan kartu pos edisi khusus di hari pertama.
"Kami semua cinta komik. Intinya kegiatan kami tukar menukar kartu pos, dan pas ada rilisan prangko, kartu pos dan SHP-nya, itu benar-benar jadi incaran filatelis untuk dikoleksi di hari pertama," ujar Mia.
Menariknya, dalam acara tersebut ada kegiatan lelang prangko Sri Asih, Si Buta dari Gua Hantu dan Gundala Putera Petir edisi nomor pertama dari 2.000 edisi khusus yang diluncurkan. Ketiga edisi pertama tersebut terjual seharga Rp8 juta.
Faza Meonk selaku ketua AKSI (Asosiasi Komik Indonesia) menjelaskan, hadirnya tokoh komik jagoan Indonesia dalam prangko dan kartu pos menjadi penanda zaman komik sekaligus simbol agar tidak melupakan karya-karya daru komikus legenda.
"Harapannya, ini bisa dijadikan pelajaran bagi komikus-komikus Indonesia dan tidak hanya komikus tapi seluruh masyarakat Indonesia, agar mencontoh kekonsistenan dan usaha kerjanya R.A. Kosasih," ujar Faza.
Prangko seri Jagoan Indonesia tersebut diluncurkan di Gedung Filateli Jakarta, Sawah Besar, Jakarta Pusat pada Kamis, bertepatan dengan peringatan 100 tahun kelahiran Bapak Komik Indonesia Raden Ahmad Kosasih atau RA Kosasih pada 4 April.
Prangko yang dirilis terdiri dari beberapa versi yakni souvenir sheet berisikan tiga prangko bernominal Rp10.000, versi standar masing-masing nominal Rp3.000, serta sampul hari pertama (SHP) yang dilepas secara terbatas.
PT Pos Indonesia di bawah Kementerian Komunikasi dan Informasi bekerja sama dengan pihak pemilik hak cipta karakter seri jagoan Indonesia antara lain ahli waris dan pengelola hak ciptanya melalui Asosiasi Komis Indonesia (AKSI).
Tiga jagoan yang dirilis dalam bentuk prangko tersebut memiliki nilai sejarah tinggi dan masih sangat digandrungi masyarakat Indonesia.
Sri Asih adalah tokoh komik pahlawan wanita pertama karya RA Kosasih yang menjadi tonggak sejarah komik Indonesia tahun 1954. Kemudian, Si Buta dari Gua Hantu merupakan tokoh komik populer yang lahir bertepatan dengan ulang tahun R.A. Kosasih.
Sedangkan Gundala Putra Petir yang lahir dari Komikus Harya Suraminata atau Hasmi, merupakan ikon komik populer sejak dirilis 1982 hingga kini, yang akan diangkat dalam film oleh sutradara Joko Anwar.
Perilisan prangko tersebut dinantikan dengan sangat antusias oleh sejumlah pecinta komik maupun komunitas kartu pos dan filatelis.
Salah satunya adalah Mia, anggota komunitas Post Crossing Indonesia yang datang bersama anggota komunitas lainnya untuk berburu koleksi prangko dan kartu pos edisi khusus di hari pertama.
"Kami semua cinta komik. Intinya kegiatan kami tukar menukar kartu pos, dan pas ada rilisan prangko, kartu pos dan SHP-nya, itu benar-benar jadi incaran filatelis untuk dikoleksi di hari pertama," ujar Mia.
Menariknya, dalam acara tersebut ada kegiatan lelang prangko Sri Asih, Si Buta dari Gua Hantu dan Gundala Putera Petir edisi nomor pertama dari 2.000 edisi khusus yang diluncurkan. Ketiga edisi pertama tersebut terjual seharga Rp8 juta.
Faza Meonk selaku ketua AKSI (Asosiasi Komik Indonesia) menjelaskan, hadirnya tokoh komik jagoan Indonesia dalam prangko dan kartu pos menjadi penanda zaman komik sekaligus simbol agar tidak melupakan karya-karya daru komikus legenda.
"Harapannya, ini bisa dijadikan pelajaran bagi komikus-komikus Indonesia dan tidak hanya komikus tapi seluruh masyarakat Indonesia, agar mencontoh kekonsistenan dan usaha kerjanya R.A. Kosasih," ujar Faza.
Pewarta : Peserta Susdape XIX/Devi Nindy
Editor : Adha Nadjemudin
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Kratom Skala Nano: Inovasi baru untuk Kratom si penghasil dolar Indonesia, strategi bersaing di pasar Global
18 November 2025 14:56 WIB
Lapas Kelas III Parigi hadirkan dapur produksi Si Macro jadi sarana membina WBP
21 August 2025 17:36 WIB
Sekretariat DPRD Kabupaten Sigi luncurkan aplikasi SI JIWA layanan berbasis teknologi
21 November 2024 19:59 WIB, 2024
Terpopuler - Hiburan & Gaya Hidup
Lihat Juga
Pakar fertilitas: kesuburan bisa menurun karena terkena paparan asap rokok
23 February 2020 18:41 WIB, 2020
Bintang serial India "Swabhimaan" kagumi akan keindahan alam Indonesia
23 February 2020 0:56 WIB, 2020
Pakar Australia Prof. Anderson bagi ilmu bedah kraniofasial di Makassar
20 February 2020 3:16 WIB, 2020