Parigi, Sulteng (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah menyebut layanan kepegawaian berbasis elektronik dengan aplikasi Si Kelor sangat memudahkan pengurusan administrasi Aparatur Sipil Negara (ASN) di Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM).
"Program inovasi ini merupakan digitalisasi pelayanan kepegawaian, sehingga dalam kepengurusan pangkat dan administrasi lainnya cukup menggunakan aplikasi tersebut tanpa harus ke BKPSDM," kata Wakil Bupati Parimo Abdul Sahid pada peluncuran aplikasi Si Kelor di Parigi, Senin.
Ia menjelaskan, digitalisasi layanan kepegawaian merupakan bagian dari arah kebijakan daerah lima tahun ke depan yang dituangkan ke dalam empat pilar pembangunan, salah satunya yakni pilar pembangunan pemerintahan, di mana hak dan kewajiban ASN harus terpenuhi guna meningkatkan kinerja mereka dalam menyelenggarakan pelayanan publik.
"Pengurusan pangkat, tunjangan, maupun kenaikan gaji berkala, termasuk pensiun cukup lewat aplikasi Si Kelor. Sehingga tidak perlu berhari-hari mengurus administrasi, supaya pelayanan publik tetap berjalan dan ASN tidak meninggalkan tugas," ujarnya.
Dengan hadirnya sistem digital Si Kelor, Pemkab Parimo mengeluarkan surat edaran bupati yang mewajibkan seluruh ASN di lingkungan pemkab setempat menggunakan dan memanfaatkan aplikasi tersebut.
Dengan harapan BKPSDM terus mengembangkan inovasi aplikasi Si Kelor, supaya ke depan tidak hanya melayani kenaikan pangkat, layanan gaji berkala dan pensiun tetapi juga dapat melayani urusan kepegawaian lainnya.
"Digitalisasi di lingkungan birokrasi di era saat ini sangat perlu dilakukan, karena kemajuan teknologi memberikan pengaruh terhadap penyelenggaraan pelayanan publik, oleh karena itu masing-masing instansi perlu memperkaya inovasi demi memperkuat sistem pelayanan kepada masyarakat," turut Sahid.
Ia mengemukakan, keberhasilan pelaksanaan program dibutuhkan komitmen bersama, terutama ASN sebagai yang menjadi garda terdepan, maka seluruh aparatur daerah manfaatkan aplikasi ini secara optimal sekaligus beradaptasi dengan perkembangan teknologi yang semakin dinamis.
"Layanan ini dibuat tidak lain untuk mewujudkan tata kelola kepegawaian yang baik berintegritas, kompeten dan memiliki semangat pengabdian tinggi dalam melayani masyarakat," kata dia.
