Wall street ditutup rendah di tengah prospek perdagangan global
Sabtu, 18 Mei 2019 12:03 WIB
Illustrasi: Wall Street, Bursa Efek New York, Amerika Serikat (Reuters/Carlo Allegri)
New York (ANTARA) - Saham-saham di Bursa Wall Street, Amerika Serikat (AS) ditutup lebih rendah pada hari Jumat sore (Sabtu pagi WIB) karena investor menimbang data ekonomi utama terhadap prospek perdagangan global.
Indeks Dow Jones Industrial Average turun 98,68 poin atau 0,38 persen menjadi 25.764,00. Indeks S&P 500 turun 16,79 poin atau 0,58 persen menjadi 2.859,53. Demikian pula dengan Indeks Komposit Nasdaq turun 81,76 poin atau 1,04 persen menjadi 7.816,28.
Indeks sentimen konsumen yang dilansir Universitas Michigan pada Mei naik ke 102,4, tertinggi dalam 15 tahun, dari April sebesar 97,2. Ini lebih tinggi dari perkiraan ekonom.
"Konsumen memandang prospek ekonomi secara keseluruhan jauh lebih baik, dengan prospek ekonomi untuk jangka pendek dan dekat mencapai level tertinggi mereka sejak 2004," menurut laporan itu.
Namun, kenaikan sebagian besar dicatat sebelum pembicaraan perdagangan China-AS yang menunjukkan lebih banyak ketidakpastian.
Amerika Serikat tiba-tiba mengumumkan keputusan pada 10 Mei untuk menaikkan tarif tambahan atas impor China senilai 200 miliar dolar AS dari 10 persen menjadi 25 persen.
Langkah tak terduga mendorong China untuk mengadopsi kebijakan serupa dengan menaikkan tarif tambahan yang dikenakan pada beberapa produk AS yang diimpor mulai 1 Juni.
Gedung Putih pada hari Rabu (15/5/2019) mengeluarkan perintah eksekutif untuk melarang peralatan telekomunikasi buatan luar negeri yang dianggap Washington sebagai "risiko yang tidak dapat diterima."
Menyusul berita tersebut, harga saham perusahaan semikonduktor dan peralatan telekomunikasi turun. Qualcomm, Micron Technology, dan Qorvo masing-masing turun 1,58 persen, 3,35 persen, dan 6,14 persen pada Jumat.
Indeks Dow Jones Industrial Average turun 98,68 poin atau 0,38 persen menjadi 25.764,00. Indeks S&P 500 turun 16,79 poin atau 0,58 persen menjadi 2.859,53. Demikian pula dengan Indeks Komposit Nasdaq turun 81,76 poin atau 1,04 persen menjadi 7.816,28.
Indeks sentimen konsumen yang dilansir Universitas Michigan pada Mei naik ke 102,4, tertinggi dalam 15 tahun, dari April sebesar 97,2. Ini lebih tinggi dari perkiraan ekonom.
"Konsumen memandang prospek ekonomi secara keseluruhan jauh lebih baik, dengan prospek ekonomi untuk jangka pendek dan dekat mencapai level tertinggi mereka sejak 2004," menurut laporan itu.
Namun, kenaikan sebagian besar dicatat sebelum pembicaraan perdagangan China-AS yang menunjukkan lebih banyak ketidakpastian.
Amerika Serikat tiba-tiba mengumumkan keputusan pada 10 Mei untuk menaikkan tarif tambahan atas impor China senilai 200 miliar dolar AS dari 10 persen menjadi 25 persen.
Langkah tak terduga mendorong China untuk mengadopsi kebijakan serupa dengan menaikkan tarif tambahan yang dikenakan pada beberapa produk AS yang diimpor mulai 1 Juni.
Gedung Putih pada hari Rabu (15/5/2019) mengeluarkan perintah eksekutif untuk melarang peralatan telekomunikasi buatan luar negeri yang dianggap Washington sebagai "risiko yang tidak dapat diterima."
Menyusul berita tersebut, harga saham perusahaan semikonduktor dan peralatan telekomunikasi turun. Qualcomm, Micron Technology, dan Qorvo masing-masing turun 1,58 persen, 3,35 persen, dan 6,14 persen pada Jumat.
Pewarta : Risbiani Fardaniah
Editor : Sukardi
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Wall St anjlok dipicu kekhawatiran suku bunga dan konflik Israel-Hamas
21 October 2023 8:33 WIB, 2023
Presiden Joko Widodo dijadwalkan temui pelajar dan resmikan Papua Street Carnival
07 July 2023 7:34 WIB, 2023