Palu (ANTARA) - Pembangunan kembali pusat perbelanjaan modern Mall Tatura Palu, Sulawesi Tengah, pascabencana oleh PT Citra Nuansa Elok, selaku Badan Usaha Milik Daerah Kota Palu mulai dilakukan dan diestimasi akan menyerap dana sebesar Rp325 miliar.

Direktur Utama Citra Nuansa Elok (CNE) Mohammad Sandiri usai peletakan batu pertama pembangunan kembali Mall Tatura, di Palu, Kamis, mengatakan sumber pembiayaan pembangunan kostruksi pusat perbelanjaan itu diambil dari klaim asuransi dan pinjaman perbankan.

"Sumber dana klaim asuransi sebesar Rp86 miliar lebih di tambah pembiayaan perbankan sekitar Rp250 miliar. Pengembalian pinjaman enam sampai 10 tahun ke depan," ungkap Sandiri.

Mall Tatura merupakan pusat perbelanjaan modern pertama dibangun pada 2006 terdiri dari empat lantai, namun saat peristiwa gempa, tsunami dan likuefaksi yang memorakporankdakan Kota Palu, Kabupaten Sigi dan Donggala mall itu roboh.

Tahun ini, Mall Tatura yang dikelolah PT CNE sebagai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Pemkot Palu dibangun kembali di lokasi yang sama dengan desain lebih elegan dan konstruksi ramah gempa.

Pembangunan gedung rencananya tujuh lantai untuk kegiatan perdagangan dan dua lantai bawah untuk ruang parkir.

"98 persen saham Mall Tatura adalah milik Pemkot Palu. Setelah melalui penelitian oleh konsultan bahwa mall ini layak dibangun kembali," ujar Sandiri.
  Management PT Citra Nuansa Elok (CNE) sebagai pengelolah Mall Tatura Palu menampilkan rencana induk pembangunan pusat perbelanjaan modern di ibu kota Sulawesi Tengah saat peletakan batu pertama pembangunan kembali Mall Tatura yang menyerap dana sebesar Rp325 miliar, kamis (20/2/2020). (ANTARA/Moh Ridwan)
Sandiri mengatakan pembangunan kembali mall itu terwujud berkat bantuan dan dorongan sejumlah pihak dan ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Wali Kota Palu Hidayat sebagai simbol titik awal kegiatan kostruksi.

Diproyeksikan kegiatan konstruksi memakan waktu sekitar 16 bulan dan rencananya pusat perbelanjaan itu akan menyerap sekitar 800 tenaga kerja termasuk mereka karyawan Mall Tatura sebelum bencana. 

"Luas bangunan ini sekitar 53.000 meter persegi, lebih luas dari bangunan sebelumnya," kata dia menambahkan.

Wali Kota Palu Hidayat meminta direksi PT CNE agar melibatkan pelaku usaha mikro atau UKM berkontribusi di pusat perbelanjaan moder itu nanti sebagai upaya untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Wali kota mengaku, Pemkot Palu memprioritaskan menyerap tenanga kerja lokal dan 2021 pihaknya akan memfasilitasi melalui pelatihan ketenagakerjaan sehingga memiliki keterampilan dan kemampuan sesuai standar.

"Sebetulnya kita memiliki banyak tenaga, namun tidak terserap dengan baik karena tidak memiliki lisensi. Pelatihan ketenagakerjaan ini tidak hanya disiapkan untuk karyawan Mall Tatura tetapi juga untuk sektor-sektor lain," kata Hidayat. 

Pewarta : Muhammad Hajiji/Moh Ridwan
Editor : Adha Nadjemudin
Copyright © ANTARA 2024