Logo Header Antaranews Sulteng

DPRD Kota Palu Hearing SMA Negeri 2 Palu

Rabu, 30 Oktober 2013 15:07 WIB
Image Print
Suasana demo siswa SMU (ANTARASulteng/istimewa)
...penyaluran beasiswa harus mengedepankan siswa miskin dan berprestasi. Bukan siswa dari keluarga guru," katanya.

Palu (antarasulteng.com) - DPRD Kota Palu menggelar rapat dengar pendapat dengan sejumlah pihak, Rabu siang, terkait dengan pengaduan siswa di SMA Negeri 2 Palu beberapa waktu lalu.

Mereka yang diundang adalah Dinas Pendidikan Kota Palu, mantan Kepala Sekolah SMA2 Palu Syarifuddin, perwakilan siswa, komite sekolah dan perwakilan guru yang dimutasi ke sekolah lain.

Rapat dengar pendapat tersebut dipimpin anggota Komisi I Andi Patongai dan dihadiri sejumlah anggota dewan antara lain Erfandy (Hanura), Ernawati (Demokrat), Ketua Komisi I Danawira (PAN).

Mengawali rapat tersebut, Andi Patongai mempersilahkan perwakilan siswa menyampaikan kembali tuntutan mereka.

Wakil Ketua Osis Fery Ahmad mengatakan mereka mempertanyakan keputusan pemerintah kota yang guru memutasi 11 guru dari sekolah itu ke sekolah lain.

Mereka juga mempertanyakan pungutan uang komite dan uang pemutuan yang tidak pernah turun sebesar Rp200 ribu per bulan.

"Kami minta rincian yang sudah dibayarkan," kata Fery.

Dia mengatakan apa yang mereka bayarkan belum sebanding dengan apa yang mereka peroleh. Mereka meminta agar pihak sekolah memperbaiki gedung dan fasilitas gedung, perlengkapan belajar, ruang parkir, pagar dan jalan di dalam lingkungan sekolah. Permintaan lainya adalah pemerataan akses internet di seluruh ruang kelas.

Tuntutan lainnya adalah penyaluran beasiswa yang mengedepankan siswa miskin dan berprestasi. "Bukan siswa dari keluarga guru," katanya.

Namun apa yang dikemukakan siswa tersebut kemudian dijelaskan oleh mantan kepala sekolah dan ketua komite sekolah. (A055)



Pewarta :
Editor: Rolex Malaha
COPYRIGHT © ANTARA 2026