
Caleg Nasdem Enggan Kampanye Pakai Baliho

Baliho adalah benda mati yang terpampang foto jadi masyarakat tidak bisa berkomunikasi dengannya
Palu, (antarasulteng.com) - Calon Anggota Legislatif Kabupaten Sigi, Provinsi Sulawesi Tengah, dari Partai Nasional Demokrat (Nasdem), Hafid Laturadja, mengatakan pihaknya enggan berkampanye menggunakan baliho atau alat peraga sejenisnya.
Saat ditemui di Kota Palu, Rabu, Hafid mengatakan selain dilarang oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU), mempromosikan diri sebagai calon anggota legislatif menggunakan baliho adalah tidak efektif.
"Baliho adalah benda mati yang terpampang foto jadi masyarakat tidak bisa berkomunikasi dengannya," kata calon legislatif yang bertarung di daerah pemilihan Kabupaten Sigi I ini.
Selain itu, pembuatan baliho bergambar foto caleg juga membutuhkan biaya besar untuk proses pencetakannya.
Dia mengaku lebih cenderung lebih mengedepankan dialog langsung dengan warga di tiga kecamatan di Kabupaten Sigi di daerah pemilihannya.
Dari pertemuan itu, Hafid mengaku dapat menggali permasalahan di masyarakat agar bisa diselesaikan ketika dipercaya duduk di legislatif.
Dari pertemuan yang berlangsung rutin itu, Hafid juga memberikan pendidikan politik kepada masyarakat untuk memilih calon anggota legislatif yang benar.
"Saya tidak menyarankan warga memilih saya, tetapi bagaimana caranya mereka memilih politisi yang bersih dan bisa membangun daerah," kata calon nomor urut sembilan ini.
Dia mengakui saat ini banyak calon anggota legislatif yang turun ke masyarakat langsung guna meraih simpati jelang pemilihan umum pada 9 April 2014.
"Mari kita pilih calon wakil rakyat yang mau kerja, bukan hanya yang muncul jelang pemilihan saja," katanya.
Sigi adalah daerah pemekaran dari Kabupaten Donggala pada pertengahan 2008.
Melihat kondisi demikian, pria asal Desa Oloboju ini mengaku optimistis bisa duduk di DPRD Kabupaten Sigi periode 20014-2019 mengingat dia adalah warga asli dengan didukung basis kekuatan masyarakat yang jelas.
"Kita hanya menjaganya agar tidak pindah ke lain hati," kata Hafid. (skd)
Pewarta : Riski Maruto
Editor:
Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
