Samir Nasri Marahi Wartawan

id Samir Nasri, Prancis, AFP

Donetsk - Samir Nasri, gelandang tim nasional Prancis melontarkan kata-kata kasar terhadap pewarta AFP asal Prancis, setelah Prancis kalah 0-2 dari juara bertahan, Spanyol, pada perempat final kejuaraan Eropa Sabtu waktu setempat.

Sang pemain itu, yang pada saat dirinya mencetak gol di pertandingan pembuka fase grup melawan Inggris melakukan gestur 'tutup mulutmu' pada kamera-kemara televisi, pesan yang ditujukan pada pewarta L'Equipe, yang menuliskan artikel kritik terhadap dirinya serta ibunya yang sedang sakit, kehilangan kesabarannya saat timnya kalah."

Sang pewarta bertanya kepada gelandang Manchester City tersebut di zona campuran di Donbass Arena, Donetsk, mengenai penilaiannya tentang pertandingan tersebut, namun Nasri mengelak, kemudian berkomentar bahwa pers selalu berniat "menulis tentang omong kosong."

Sang pewarta berkata dengan sopan bahwa Nasri tidak perlu berbicara kepadanya, namun Nasri berbalik dan melontarkan kata-kata kasar dengan menyebut sang pewarta sebagai 'anak haram,' kemudian menambahkan, "Inilah, sekarang anda akan bisa berkata bahwa saya cukup buruk."

Pada pertandingan terakhir Prancis di fase grup, di mana mereka kalah dari Swedia, ada laporan bahwa terjadi perseteruan di kamar ganti, di mana pelatih Laurent Blanc bertikai dengan Hatem Ben Arfa, dan Alou Diarra yang dikabarkan terlibat perselisihan dengan Nasri.

Namun markas latihan Prancis menolak keras perbandingan dengan pemberontakan para pemain, terhadap pelatih Raymond Domenech pada Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan.

Editor :
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar