
BI ingatkan pemda di Sulteng fokus program PEN

Palu (ANTARA) - Bank Indonesia (BI) mengingatkan Pemerintah Daerah (Pemda) di Provinsi Sulawesi Tengah agar memfokuskan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2021-2022 pada program utama pemulihan ekonomi nasional (PEN) dalam masa pandemi COVID-19.
“Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) berupa dana transfer pusat ke daerah yang diberikan kepada pemda di Sulteng masih fokus kegiatan PEN di masa pandemi COVID-19,” kata Kepala Kantor Perwakilan BI Sulteng M. Abdul Majid Ikram di Palu, Senin.
Ia menjelaskan kebijakan itu penting dilakukan oleh para kepala daerah untuk mempercepat pemulihan ekonomi di daerah, terlebih pada sektor-sektor yang terdampak parah akibat pandemi COVID-19.
Ia yakin jika langkah itu ditempuh maka pemulihan ekonomi di Sulteng dapat berlangsung cepat, apalagi jika sejalan dengan program yang menjadi prioritas pemerintah pusat.
“Seperti program vaksinasi COVID-19 dan pemberian bantuan subsidi seperti bantuan soaial (bansos) kepada warga miskin terdampak pandemi. Nah ini yang kami harapkan menjadi fokus pemda di Sulteng,” ujarnya.
Majid mengatakan permintaan itu sejalan dengan arahan Presiden Joko Widodo yang menginginkan kepala daerah di seluruh provinsi di Indonesia termasuk di Sulteng agar memfokuskan APBD 2021-2022 untuk PEN.
Ia menambahkan BI juga siap mendukung dan mendorong pemulihan ekonomi di Sulteng khususya yang menyasar pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).
“Di antaranya mendorong UMKM di Sulteng melakukan transkasi keuangan secara non tunai atau digital, salah satunya melalui Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS),” tambahnya.
BI Sulteng, kata Majid, juga mendorong perushaan yang menyediakan jasa sistim pembayaran seperti LinkAja, OVO, Gopay, Shopeepay dan sejenisnya agar menggandeng UMKM lokal di Sulteng menjadi rekanan mereka dalam setiap transaksi digital.
Pewarta : Muhammad Arshandi
Editor:
Laode Masrafi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
