Logo Header Antaranews Sulteng

Disperindag Sulteng Akan Pantau Peredaran Beras Plastik

Kamis, 21 Mei 2015 09:26 WIB
Image Print
Ilustrasi-(ANTARA Sulteng/Basri Marzuki)
Kami akan rutin turun ke pasar-pasar untuk mengawasi kemungkinan adanya peredaran beras plastik

Palu, (antarasulteng.com) - Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sulawesi Tengah terus memantau kemungkinan beredarnya beras plastik di pasar-pasar di daerah itu.

"Kami akan rutin turun ke pasar-pasar untuk mengawasi kemungkinan adanya peredaran beras plastik," kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sulawesi Tengah (Disperindag Sulteng), Abubakar Almahdali di Kota Palu, Kamis.

Ia mengatakan pemerintah di daerah-daerah, termasuk di Sulteng perlu menindaklanjuti penemuan peredaran beras plastik yang terjadi di sejumlah pasar di sekitar Jakarta.

Disperindag di seluruh kabupaten dan kota di Sulteng harus memberikan perhatian serius karena beras palsu itu bila sampai dikonsumsi masyarakat akan sangat membahayakan kesehatan.

Meski di Sulteng hingga kini belum ditemukan adanya beras platsik yang dijual oleh pedagang, tetapi hak itu perlu terus diwaspadai, kata Abubakar Almahdali.

"Kita harus tetap waspada. Karena itu sangat dibutuhkan peran serta masyarakat untuk ikut mengawasi," katanya.

Ia juga mengimbau jika ada masyarakat yang menemukan beras palsu segera melaporkan kepada Disperindag atau petugas berwenang.

Laporan masyarakat, kata Abubakar Almahdali, akan langsung ditindaklanjuti oleh instansi berwenang setempat.

Abubakar juga menjamin stok kebutuhan pokok di pasaran mencukupi kebutuhan masyarakat.

Selain stok cukup, harganya pun relatif stabil, kecuali ada beberapa yang naik seperti bawang merah dari Rp20 ribu, kini menjadi Rp30.000/kg, bawang putih dari Rp18.000, naik menjadi Rp22.000/kg dan gula pasir dari Rp11.000/kg, menjadi Rp12.000/kg.

Sementara kebutuhan lain seperti beras tetap bertahan. Misalkan beras medium sekitar Rp8.000/kg dan beras kualitas terbaik Rp10.000/kg.

Daging sapi tetap Rp95.000/kg, telur ayam ras Rp1.200/butir dan minyak goreng Bimoli Rp13.000/kg.(skd)



Pewarta :
Editor: Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2026