
Gubernur Minta Program Mina Padi Malonas Diperluas

Proyek percontohan ini hasilnya bagus sekali karena menguntungkan petani. Jadi perlu diperluas, tidak hanya di Kabupaten Donggala tetapi di kabupaten-kabupaten lain,
Palu, (antarasulteng.com) - Gubernur Sulawesi Tengah Longki Djanggola meminta Dinas Kelautan dan Perikanan untuk memperluas areal percontohan program mina padi seperti yang sedang dikembangkan di Desa Malonas, Kabupaten Donggala.
"Proyek percontohan ini hasilnya bagus sekali karena menguntungkan petani. Jadi perlu diperluas, tidak hanya di Kabupaten Donggala tetapi di kabupaten-kabupaten lain," katanya di Palu, Rabu, usai meninjau proyek percontohan pengembangan mina-padi DKP Sulteng di Desa Malonas, Kabupaten Donggala, serangkaian safari Ramadhan ke Kabupaten Donggala, Tolitoli dan Buol.
Dalam peninjauan tersebut, gubernur yang didampingi Kepala Dinas KP Sulteng Hasanuddin Atjo melakukan panen ikan mas dan nila serta menebar ribuan ekor bibit ikan di lokasi tambak mina-padi yang dikelola kelompok tani setempat.
Saat berdialog dengan petani peserta program mina-padi pada Senin (6/7), gubernur mendapat laporan bahwa sejak proyek ini dimulai pada pertengahan 2014 dengan menjangkau areal persawahan seluas enam hektare, peserta program telah memanen ikan nila dan mas sebanyak 1,050 ton.
"Musim panen kali ini diperkirakan mencapai 1,5 ton. Produktivitas pada musim sebelumnya masih relatif rendah karena petani baru dalam tahap belajar. Sekarang kami sudah makin mahir," ujar Joni, seorang petani peserta program ini.
Hasil panen mereka tersebut, kata Joni, dijual kepada para pedagang dengan harga rata-rata Rp20.000/kg, sehingga pada setiap satu hektare lahan, petani bisa mendapatkan tambahan pendapatan dari hasil tambak sampai jutaan rupiah.
DKP Sulteng bekerja sama dengan Bank Indonesia Perwakilan Palu mengembangkan proyek percontohan mina-padi pada areal sawah beririgasi teknik seluas enam hektare milik kelompok tani Desa Malonas.
DKP Sulteng membangun kolam pemeliharaan ikan selebar dua meter dengan kedalaman 1,5 meter di sekeliling tiap petak sawah milik petani, sementara tanah galiannya digunakan sebagai pematang.
Tahun ini, DKP menyediakan bibit ikan mas 25.000 ekor dan nila 50.000 ekor serta bantuan pakan tujuh ton serta tenaga penyuluh bagi petani, sementara Bank Indonesia membantu perkuatan kelompok tani, sementara Dinas Pertanian akan menyediakan benih padi, pupuk dan obat-obatan.
Meski 10 persen areal sawah berubah menjadi areal tambak, namun produksi padi per hektare mengalami peningkatan sampai 10 persen karena sistem usaha taninya semakin intensif.
Terkait permintaan gubernur agar program ini diperluas, Kadis KP Sulteng Hasanuddin Atjo mengemukaan, pada 2015 dan 2016 nanti, pihaknya akan memperluas proyek percontohan ini sampai 10 hektare karena banyak petani tertarik untuk menerapkannya.
DKP juga akan menyediakan sarana pendederan benih ikan agar semua bibit ikan yang akan dilepas ke kolam, dipelihara lebih dahulu di kolam pendederan untuk seleksi guna menekan angka kematian bibit ikan.
Ia berharap program mina padi ini juga melibatkan Dinas Pertanian, Dinas Peternakan dan Badan Pengembangan Teknologi Pertanian (BPTP) dalam penyediaan benih dan pemeliharaan tanaman padi serta pengembangan palawija di atas pematang, sedangkan Dinas Peternakan mengasistensi petani dalam memelihara ternak yang kotorannya menjadi bahan membuat pupuk organik.
"Pupuk organik ini sangat diperlukan karena tidak hanya bermanfaat untuk padi tetapi juga untuk ikan di dalam kolam," ujarnya.
Sementara Bank Indonesia Perwakilan Palu telah menyatakan komitmennya untuk terus mengawal program ini dengan memberikan bantuan teknis seperti pembinaan kelembagaan petani dan pelatihan dan studi banding serta pengembangan Lembaga Keuangan Mikro (LKM) yang sudah terbentuk saat ini.
Hasanuddin yakin bila semua instansi terkait memberikan kontribusinya secara proporsional dan konsisten, proyek percontohan mina-padi ini akan sukses meningkatkan pendapatan petani dari saat ini rata-rata Rp10 juta menjadi Rp30 juta per siklus panen. (skd)
Pewarta : Rolex Malaha
Editor:
Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2026
