Logo Header Antaranews Sulteng

Pelindo II Resmi Akuisisi Rukindo

Selasa, 24 Juli 2012 12:16 WIB
Image Print
Logo baru Pelindo II (ANTARANews)
Dahlan menambahkan bisnis yang digeluti Rukindo selama ini akan dikelola oleh Pelindo II, termasuk mengganti jajaran direksi Rukindo."

Jakarta - Menteri BUMN Dahlan Iskan resmi mengalihkan seluruh aset PT. (Persero) Pengerukan Indonesia (Rukindo) kepada PT.(Persero) Pelabuhan Indonesia II.

"Pokoknya seluruh aset Rukindo sudah di-"inbreng"-kan ke Pelindo," kata Dahlan Iskan ketika ditemui di Stasiun Gambir, Jakarta, Selasa.

Inbreng adalah istilah dari Bahasa Belanda yang berarti penyetoran modal yang dilakukan tidak dalam bentuk uang tunai, melainkan dalam bentuk barang atau harta.

Dahlan mengatakan, pengalihan saham negara di PT Rukindo kepada PT Pelindo II kecuali aset berupa lahan dan galangan kapal dilakukan dalam kerangka restrukturisasi dan penyelamatan perusahaan.

Langkah ini diambil menyusul program privatisasi dan restrukturisasi Kementerian BUMN.

Dahlan menambahkan bisnis yang digeluti Rukindo selama ini akan dikelola oleh Pelindo II, termasuk mengganti jajaran direksi Rukindo.

Pascapengambilalihan itu, Rukindo mengganti tiga direksi lamanya dengan direksi baru. Adapun direksi yang baru yakni Direktur Utama Suseptyo, Direktur Usaha Komersil dan Teknik Lukman Priadi serta Direktur SDM dan Keuangan Loekito.

Pada 2010, Rukindo mencatatkan laba bersih sebesar Rp10,568 miliar. Angka ini mengalami penurunan bila dibandingkan dengan tahun lalu sebesar Rp38,674 miliar. Kondisi ini disebabkan penjualan jasa dari perusahaan yang berkantor di Jl. Ancol Baru, Jakarta, ini turun menjadi Rp183,283 miliar dari sebelumnya sebesar Rp209,120 miliar.

Selain berhasil melakukan "inbreng" Rukindo ke Pelindo II, Dahlan juga sudah mengalihkan seluruh saham Perusahaan Umum (Perum) Pengangkutan Penumpang Djakarta (PPD) dan Perum Damri ke PT Kereta Api Indonesia.

"PPD dan Damri itu rasanya sudah selesai. Soal bagaimana ke depannya akan kita lihat nanti," ungkapnya. (Ant)



Pewarta :
Editor: Rolex Malaha
COPYRIGHT © ANTARA 2026