Isak Tangis Iringi Pemakaman Teguh Warisman Sane

id jenazah

Isak Tangis Iringi Pemakaman Teguh Warisman Sane

Kerabat Teguh Warisman Sane, korban pesawat Trigana Air yang jatuh di Papua memegangi foto ketika jenazah tiba di kediamannya di Perumahan Kelapa Gading Permai Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, Minggu (23/8). Teguh adalah salah seorang dari 4 karyawan PT. Pos Indonesia yang tewas pada kecelakaan ters

Palu,  (antarasulteng.com) - Isak tangis keluarga dan handai tolan mengiringi pelepasan jenazah Teguh Warisman Sane, salah satu korban jatuhnya pesawat Trigana Air di Pegunungan Bintang Papua, menuju tempat pemakamannya di Kota Palu, Senin.

Orang tua dan keluarga korban terlihat terus menerus meneteskan airmata saat peti jenazah mulai diusung ke kendaraan jenazah menuju ke tempat pemakaman.

Teguh Warisman Sane adalah pegawai PT. Pos Indonesia Jayapura, yang menjadi salah seorang korban kecelakaan pesawat Trigana di Oksibil, Papua.

Upacara pelepasan jenazah yang dihadiri pejabat dan para pegawai PT. Pos Indonesia itu didahului kebaktian yang dipimpin Pendeta F Moniaga, pemimpin Gereja Pantekosta di Indonesia (GPDI) Jalan Thamrin Palu.

Dalam khotbahnya, Pendeta Moniaga mengatakan hidup dan mati seseorang tidak ada satupun manusia yang mengetahuinya selain Allah yang empunya kehidupan ini.

"Semua manusia sekali waktu akan mengalami kematian dan kematianpun tidak memadang usia. Semua kita akan sampai pada kematian. Tetapi dibalik kematian akan ada pula kehidupan abadi," katanya.

Pendeta Moniaga meminta keluarga yang ditinggalkan untuk tetap tabah menerima kenyataan ini dengan tetap menaruh pengharapan kepada Tuhan.

Pengharapan dimaksud adalah bahwa setiap orang mereka yang meninggal dalam Tuhan Yesus, pasti akan bersama-sama dengan Tuhan di surga.

"Saya ajak, mari lepaskanlah kepergian almarhum dengan lapang dada/ikhlas," pintanya.

Jenazah almarhum Teguh Warisman Sane dikebumikan di tempat pemakaman umum (TPU) Kristen Kelurahan Talise, Kecamatan Palu Timur.

Kepala PT Pos Indonesia Cabang Palu Arif Wahyu mengatakan Teguh adalah Manager Keuangan Kantor Pos Jayapura.

Ia berangkat ke Oksibil menggantikan pimpinannya I Dewa Putu Raka untuk membawa uang Rp6,5 miliar sebagai dana untuk masyarakat miskin.

Ny Serly Karundeng, ibu korban mengatakan Teguh anak kedua dari empat bersaudara.

Sebenarnya, putranya itu rencana sudah akan menikah pada 2015 ini. Tetapi ajal lebih cepat menjemputnya.  
Pewarta :
Editor : Rolex Malaha
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar