Logo Header Antaranews Sulteng

Mendikbud Anis Baswedan Berikan Kuliah Umum Di Alkhairaat

Kamis, 17 Desember 2015 21:53 WIB
Image Print
Mendikbud Anies Baswedan. (Kemdikbud/PIH/Jilan Rifai)
Saya mendengar kabar dan kisah sudah lama, menjadi inspirasi sudah lama, namun baru kesempatan ini bisa melihat dari dekat

Palu, (antarasulteng.com) - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anis Baswedan dalam kunjungannya di Kota Palu, Kamis, memberikan kuliah umum di hadapan ratusan orang mahasiswa, dosen dan pengurus Yayasan Pendidikan Alkhairaat.

Antusias peserta terlihat sangat besar saat mengikuti kuliah umum yang berlangsung sekitar dua jam tersebut.

Ketua Utama Pengurus Besar Alkhairaat Habib Sayyid Ali Muhammad Aljufri dalam sambutanya mengatakan Alkhairaat didirikan pada 30 Juni 1935 dan sudah tersebar di seluruh wilayah timur Indonesia.

Setelah 80 tahun Alkhairaat hadir di negeri ini, terdapat sekitar 1.500 cabang pendidikan (madrasah) mulai dari tingkatan Diniyah, Ibtidaiyah, Tsanawiyah, Aliyah dan Perguruan Tinggi serta 45 Pondok Pesantren.

Lembaga-lembaga pendidikan tersebut tersebar Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi tenggara, Sulawesi Utara, Gorontalo, Kalimantan Timur, Kalimantan Barat, Maluku, Maluku Utara dan Papua.

"Alkhairaat membangun jiwa, apapun bentuk manusia dengan jiwa dan pikiran bersih akan diterima di masyarakat. Ke depannya Alkhairaat akan memperluas cabang sampai ke Indonesia bagian barat," katanya.

Sementara itu Mendikbud Anis Baswedan mengatakan bahwa dirinya sudah lama ingin melihat Alkhairaat dari dekat dan akhirnya bisa terlaksana hari ini.

"Saya mendengar kabar dan kisah sudah lama, menjadi inspirasi sudah lama, namun baru kesempatan ini bisa melihat dari dekat," ungkapnya.

Menurut dia, besarnya jumlah madrasah yang dikelola oleh Alkhairaat yang berada di sisi timur Indonesia, ini bukan hanya amanah tapi prestasi yang cukup besar.

"Alhamdulliah matahari terbit dari timur dan biarkan cahaya itu akan menyebar ke arah barat," ungkapnya.

Ia menjelaskan bahwa ke depannya, negara tidak akan lagi membedakan pendidikan, baik yang dikelola oleh pemerintah maupun swasta.

Ia mencontohkan bahwa dirinya merupakan individu yang mengelola pendidikan swasta. Selain itu Alkhairaat sudah mendidik masyarakat sebelum negara ini merdeka, yang kadernya sudah berada di seluruh komponen pemerintahan.

Menteri berharap agar tradisi mendidik di Alkhairaat harus tetap dipertahankan. Sehingga siapa saja yang pernah menimba ilmu, 20 tahun akan datang bisa berkata bahwa mereka bersyukur pernah belajar di Alkhairaat.



Pewarta :
Editor: Rolex Malaha
COPYRIGHT © ANTARA 2026