Logo Header Antaranews Sulteng

Sulteng Datangkan Sapi Dari Luar

Senin, 13 Agustus 2012 14:36 WIB
Image Print
Seorang peternak memandikan sapi di kandangnya di Kali Deres, Jakarta Barat, Rabu (25/7/2012). Kementerian Pertanian mengungkapkan kebutuhan daging sapi di dalam negeri untuk Juli-September 2012 masih surplus 20.000 ton yang berasal dari sapi lokal dan sapi bakalan eks impor. (Foto ANTARA/Zabur Kar

Palu - Sebuah mobil truk mengangkut beberapa ekor sapi tiba-tiba berhenti di ruas jalan Kebun Kopi, Kecamatan Palu Utara. Tidak lama kemudian, seorang lelaki berumur sekitar (30-an) turun dari mobil itu dan ditangan kanan memegang sebuah ember air berwarna hitam.

Syahril, nama lelaki tersebut langsung menuju sebuah sumber mata air. Iapun mengambil air lalu kembali menuju truk dan memberi minum ternak sapi.

"Setiap perjalanan ternak-ternak sapi ini harus diberi minum karena harus menempuh perjalanan cukup jauh dari Gorontalo menuju Kota Palu," katanya, Minggu.

Lelaki yang baru menikah tiga tahun dan dikaruniai seorang anak laki-laki itu mengaku berprofesi sebagai pedagang sapi potong di Palu.

Ia mengemukakan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, bersama beberapa teman pedagang mereka membeli sapi dari provinsi tetangga Sulteng itu.

Masalahnya, kata Syahril, stok sapi potong di Sulteng terbatas dan lagipula harganya lebih mahal dibandingkan harga sapi potong di Gorontalo.

"Pokoknya selisih harga hingga dua juta rupiah per ekor," katanya.

Menurut dia, mendatangkan sapi dari luar Sulteng bukanlah baru pertama kali dilakukannya.

Bukan nanti menjelang hari raya seperti idul Fitri atau hari raya kurban mendatangkan sapi dari luar Sulteng, tetapi hari-hari biasapun.

Hanya saja, kata lelaki asli suku Kaili itu kalau pada hari-hari biasa paling banyak sekali mendatangkan lima ekor sapi, tetapi menjelang Lebaran ini hingga belasan ekor sapi potong didatangkan dari Gorontalo.

Di Gorontalo harga sapi masih terbilang murah dibandingkan di Sulteng. Di sana harga sapi berkisar Rp6 sampai Rp7 juta per ekor.

Sementara harga sapi potong di Sulteng mencapai Rp8 juta sampai Rp10 juta per ekor.

Semua sapi potong yang didatangkan dari Gorontalo setelah disembeli di rumah pemotongan hewan (RPH) kemudian dagingnya dijual di pasar-pasar tradisional di Palu.

Harga daging sapi segar di pasaran Kota Palu saat ini masih berkisar Rp70.000,00 per kilogram. Biasanya menjelang Lebaran harga akan naik hingga pada kisaran Rp75.000,00 per kilogram.

Pada Lebaran 2011, harga daging sapi di pasar-pasar tradisional mencapai Rp75.000,00 per kilogram. Lebaran 2012 ini bisa naik hingga Rp80.000,00 per kilogram, tergantung banyaknya permintaan masyarakat.

Hal senada juga disampaikan Jufri, seorang pedagang sapi di Kecamata Palu Barat. Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat pada Lebaran kali ini, katanya, ia juga mendatangkan sapi potong dari Gorontalo.

Selain dari Gorontalo, juga dari Kabupaten Banggai--daerah yang terletak dibagian Timur--Sulawesi Tengah.

Memang jika mau dibandingkan harga sapi di Gorontalo dengan Sulteng masih lebih murah di provinsi tetangga itu. "Ya keuntungannya cukup lumayan pula," katanya tanpa merinci.


Masih normal

Para pedagang di Palu, Sulawesi Tengah, mengatakan permintaan masyarakat akan daging sapi selama bulan Ramadhan masih normal.

"Pembeli daging belum ada peningkatan. Permintaan masih seperti biasa," kata Syukur, seorang pedagang daging di Pasar Masomba.

Ia mengatakan harga daging pun belum mengalami kenaikan, tetap sama seperti sebelumnya Rp70 ribu per kilogram.

Menurut dia, stok daging di pasar-pasar tradisional di Palu cukup tersedia dalam jumlah memadai.

Hal senada juga disampaikan Djafar, seorang pedagang daging sapi di Pasar Manonda. Ia mengaku permintaan masyarakat masih normal.

Biasanya, kata Syukur, seminggu menjelang Lebaran baru permintaan masyarakat mulai meningkat.

"Tapi permintaan melonjak mulai pada H-3 Lebaran," katanya seraya menjamin stok daging cukup untuk memenuhi kebutuhan Lebaran.

Sementara itu,Kepala Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Tavanjuka Swandi mengatakan ternak yang disembelih dalam beberapa hari ini belum mengalami peningkatan.

Setiap hari berkisar 5-6 sapi disembelih di RPH guna memenuhi kebutuhan masyarakat.

Ternak-ternak sapi potong didatangkan para pedagang dari dalam dan luar Sulteng.

Para pedagang biasanya menjelang Lebaran mendatangkan sapi potong dari Kabupaten Banggai di Sulteng dan Provinsi Gorontalo.


Kualitas Terjamin

Dinas Peternakan Sulawesi Tengah menjamin kualitas daging sapi yang dijual pedagang di pasar, karena sebelum disembeli ternak itu diperiksa oleh petugas kesehatan hewan.
"Jika ada ternak sapi yang tidak sehat, tidak akan disembeli," kata Kepala Bidang Kesehatan Hewan pada Dinas Peternakan Sulteng Greesje Kuhu.

Ia mengatakan, ternak-ternak sapi yang dipotong di rumah pemotongan hewan (RPH) dijamin kualitasnya.

Karena sebelum sapi disembeli mendapat pemeriksaan dari petugas kesehatan hewan dinas peternakan. Begitu pula ketika sudah disembeli, dagingnya diperiksa kembali.

Meski saat sebelum disembeli ternak itu dalam kondisi sehat, namun ketika sudah disembeli dan ternyata dagingnya tidak layak untuk dikonsumsi, maka daging tersebut tidak akan diperdagangkan.

Jadi, untuk kemungkinan adanya daging yang tak layak dikonsumsi dijual pedagang di pasar-pasar di kabupaten, dan kota di Sulteng sangat kecil terjadi.

Kecuali jika daging sapi yang dijual di pasar dibeli para pedagang diluar RPH, maka hal itu bisa saja terjadi, sebab tanpa melalui pemeriksaan dari petugas berwenang.

Namun, kata Greesje, selama ini belum pernah ditemukan daging yang tidak layak dikonsumsi masyarakat, tetapi dijual bebas di pasar-pasar.

Apalagi menghadapi puasa dan Lebaran 2012 ini, RPH di semua kabupaten, dan kota di Sulteng, khususnya di Palu mendapat pengawasan dari petugas kesehatan dinas peternakan setempat.

Menghadapi Lebaran kali ini sebanyak 7.000 ekor sapi potong telah disiapkan guna memenuhi kebutuhan masyarakat Sulteng. Tapi khusus untuk Palu kebutuhan daging sapi pada Lebaran 2012 ini sekitar 250 ekor.

Sementara harga daging sapi di pasar-pasar di Palu hingga kini masih bertahan pada tingkat Rp70.000,00/kg.

Meski sejumlah pedagang harus mendatangkan sapi potong dari luar, tetapi Sulteng tetap mendukung program pemerintah pusat yang mentargetkan pada 2014 Indonesia telah mencapai swasembada daging.

Menghadapi Lebaran 2012 ini, masyarakat Palu tidak perlu khawatir kekurangan daging, sebab stok yang ada dijamin mencukupi kebutuhan, meski kita harus mendatangkan sapi potong dari luar Sulteng.



Pewarta :
Editor: Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2026