
PLN Diminta Tidak Sembarang Tebang Pohon

Nanti Dinas Kebersihan dan Pertamanan atau SKPD lainnya yang memiliki fungsi atas hal itu, berkoordinasi dengan pihak PLN agar tidak terjadi penebangan pohon dan pemangkasan
Palu, (antarasulteng.com) - Walikota Palu Hidayat meminta kepada pihak Perusahaan Listrik Negara (PLN) Palu untuk tidak sembarang melakukan pemangkasan dan penebangan pohon yang ada di daerah tersebut.
"Nanti Dinas Kebersihan dan Pertamanan atau SKPD lainnya yang memiliki fungsi atas hal itu, berkoordinasi dengan pihak PLN agar tidak terjadi penebangan pohon dan pemangkasan," kata Hidayat di Palu, Selasa.
Selain memiliki fungsi ekologis dan penyaring udara, pohon juga menjadi indikator untuk mewujudkan kerindangan yang menjadi penunjang penyuksesan adipura.
Wali Kota menyebut bahwa pemerintah Kota Palu saat ini tengah berupaya untuk menanam, merawat dan membesarkan pohon untuk kepentingan lingkungan yang berdampak pada kenyamanan dan kerindangan kota.
Seluruh SKPD di lingkup pemerintahan Kota Palu juga diwajibkan untuk menanam dan memelihara pohon sebagai penunjang keasrian, mewujudkan kota hijau yang berdampak pada adipura.
Tidak hanya itu, Wali Kota juga mewajibkan kepada seluruh investor yang membangun perumahan dan rumah toko untuk menanam pohon di lingkungannya.
"Seluruh ruko harus menanam pohon di depan atau di samping bangunannya, tetapi tidak hanya sekedar menanam melainkan harus merawatnya hingga pohon tersebut tumbuh besar," ujarnya.
Beberapa ruas jalan seperti Jalan Monginsidi, Emi Saelan dan Basuki Rahmat akan di tata Pemkot Palu dengan menyediakan pohon di samping kiri jalan, serta menyediakan ruang untuk pejalan kaki di depan ruko.
Sekretaris Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Palu Andi Hajidin mengutarakan kurang lebih terdapat 200 pohon yang dipasangkas oleh PLN selama setahun.
Tidak hanya memangkas, PLN juga menebang 100 pohon selama setahun. Penebangan dan pemangkasan pohon dilakukan tiga kali dalam seminggu oleh empat orang operator mesin.
Penebangan dan pemangkasan pohon yang melibatkan SKPD-nya itu diakui Andi agar tidak mengganggu kabel sebagai pengalir dan penyambung energi listrik ke masyarakat.
"Faktor tersebut jugalah yang membuat pohon yang ada di taman dan hutan kota menjadi berkurang, namun hal ini sangat dilematis," sebutnya.
Pewarta : Muhammad Hajiji
Editor:
Rolex Malaha
COPYRIGHT © ANTARA 2026
