Logo Header Antaranews Sulteng

Umum - Pelatda Pon Sulteng Berjalan Normal Selama Ramadan

Selasa, 14 Juni 2016 15:40 WIB
Image Print
Edison Ardiles (Foto antara/ Anas Masa)

Palu, (antarasulteng.com) - Pemusatan Latihan Daerah (Pelatda) sentralisasi PON XIX Sulawesi Tengah di eks kampus Universitas Tadulako Palu hingga kini tetap berjalan normal sekalipun para atlet dan pelatih menjalankan ibadah puasa.

"Semua atlet dari setiap cabang olahraga melakukan latihan sesuai jadwal yang telah ditetapkan pihak panitia pelaksana Pelatda PON Sulteng," kata Edison Ardiles, Kepala Sekretariat dan Humas Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) setempat di Palu, Selasa.

Ia mengatakan ada 21 cabang olahraga yang masuk dalam Pelatda PON Sulteng dengan kekuatan atlet sekitar 89 orang.

Para atlet dan pelatih, kata Edison, sudah masuk ke Pelatda terpusat mulai 9 Juni 2016 dan akan berakhir menjelang keberangkatan ke PON.

Berdasarkan hasil pantaun selama beberapa hari Pelatda PON berlangsung, para atlet tetap menjalani penggodokan dibawa bimbingan para pelatih. Tidak ada hambatan selama atlet berlatih meski dalam suasana sebagian atlet tetap menjalani ibadah puasa.

Baik atlet yang berpuasa maupun tidak, katanya, mereka tetap melakukan latihan sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan panitia pelaksana Pelatda PON Sulteng diketuai Oleh Sekretaris Umum KONI setempat Safei Datu Palingie.

Edison mengatakan target Sulteng di PON XIX Jabar nanti September mendatang adalah menduduki posisi 25 besar.

"Itu target kami dan kami optimistis tercapai," kartanya.

Kristo Mondolu, seorang pelatih cabang olahraga karate PON Sulteng mengatakan atlet binaannya yang dipersipkan mengikuti PON selama beberapa hari ini tetap menjalani latihan intensif pagi dan sore hari.

"Tapi mereka yang puasa, tidak dipaksakan harus berlatih penuh," kata dia.

Karate merupakan salah satu dari sejumlah cabang olahraga yang diharapkan menyumbangkan medali untuk kontingen PON Sulteng.

Kristo sebelumnya adalah atlet nasional yang sudah banyak mengikuti pertandingan di dalam maupun luar negeri dan mengukir prestasi cemerlang baik bagi Sulteng maupuh "Merah Putih".

Anak kedua dari Yos Mondolu itu, sejak maih duduk di bangku SMP telah menekuni olahraga karate hingga akhirnya menjadi atlet daerah dan nasional yang punya segudang pengalaman betanding dan prestasi mengembirakan.

Dari sentuhan tangannya, pemerintah, KONI dan masyarakat Sulteng sangat berharap deapat melahirkan atlet-atlet berprestasi.



Pewarta :
Editor: Rolex Malaha
COPYRIGHT © ANTARA 2026