
Walikota Akan Cabut Perwali Hambat IKM

Kalau presiden saja mencabut perda yang menghambat investasi, saya juga akan cabut jika ada perwali yang menghambat industri khususnya industri kecil menengah,
Palu, (antarasulteng.com) - Wali Kota Palu Hidayat akan mencabut jika ada peraturan wali kota (perwali) yang menghambat perkembangan industri kecil menengah (IKM) khususnya terkait perizinan.
"Kalau presiden saja mencabut perda yang menghambat investasi, saya juga akan cabut jika ada perwali yang menghambat industri khususnya industri kecil menengah," kata Hidayat di Palu, Minggu.
Hidayat sudah mendapat laporan bahwa para pelaku usaha khususnya industri kecil menengah terkendala pada persyaratan terbitnya izin usaha.
Laporan lain yang ia terima bahwa bagian perizinan terlalu ketat terhadap para pelaku IKM walaupun industri tersebut sudah mendapat rekomendasi dari Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UMKM Kota Palu.
"Akibatnya banyak pelaku industri tidak mengurus izin usahanya. Sementara IKM ini harus kita perkuat untuk mewujudkan visi pemerintah kota di sektor jasa," katanya.
Hidayat dirinya sudah memerintahkan dinas teknis terkait agar menginventarisasi masalah yang dihadapi IKM khususnya terkait perizinan.
Hidayat mendapat laporan para pelaku IKM dikenakan biaya sampai Rp6 juta untuk mendapatkan izin, sementara para pelaku IKM masih butuh tambahan modal usaha.
Hidayat mengatakan belum semua pelaku IKM mapan, bahkan lebih banyak yang mengontrak tempat usaha.
"Nanti akan saya undang bagian perizinan. Kita perlu memberikan perlakuan khusus kepada IKM yang baru berkembang," katanya.
Hidayat menjelaskan Pemerintah Kota Palu dalam mewujudkan visi sebagai kota jasa akan memperkuat IKM melalui kelurahan inovatif dan unggul.
"Aspek jasa kita akan perkuat ekonomi mikro berbasis home industri. Setiap kelurahan harus punya keunggulan melalui inovasi dan kretifitas. Jadi, masyarakat harus inovatif dan kreatif," katanya.
Dia mengatakan salah satu yang akan dikembangkan adalah kelurahann batik dan pakan ternak.
Hidayat mencontohkan kebutuhan pakan ternak di Sulawesi Tengah selama ini hanya didatangkan dari Surabaya dan Makassar. Sementara bahan baku untuk pakan ternak tersebut melimpah.
Pewarta : Adha Nadjemuddin
Editor:
Rolex Malaha
COPYRIGHT © ANTARA 2026
