
17 siswa SMP Negeri 1 Palu keracunan
Rabu, 5 Oktober 2016 17:42 WIB

Kepala SMP Negeri 1: kami mohon maaf.
Palu (Antarasulteng.com) - Sebanyak 17 orang siswa SMP Negeri 1 Palu, Sulawesi Tengah, Rabu (5/10) mengalami keracunan sehingga harus menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Umum (RSU) Bhayangkara Polda Sulteng.
Menurut siswa kejadian itu bermula saat mereka secara bersamaan mendatangi salah satu kantin sekolah untuk makan pada sekitar pukul 10.10 Wita.
"Seperti biasa kami mendatangi kantin dan makan nasi kuning, ada juga yang makan nasi goreng, lauknya mie, ayam, dan tempe," kata Dea Aulia, salah seorang siswa kelas IX G, yang ditemui di salah satu ruang perawatan RS Bhayangkara.
Para siswa mengaku tidak ada keanehan saat itu, dimana warna, aroma dan rasa makanan sama seperti biasanya. Bahkan usai menyantap makanan tersebut para siswa kembali ke kelas masing-masing untuk menerima mata pelajaran.
Namun sekitar pukul 13.00 Wita, tepatnya saat selesai menjalankan shalat dzuhur berjamaah, para siswa mulai merasa pusing bercampur mual, bahkan beberapa di antaranya muntah.
"Habis shalat saya langsung mual, kemudian muntah sebanyak 10 kali, pokoknya penglihatan saya gelap," kata Andi Herlambang, siswa yang juga menjadi korban keracunan.
Guru yang mendapat laporan tersebut, langsung mendatangi seluruh siswa dan membawanya menuju ruang Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) untuk diberikan pertolongan pertama.
Karena kondisi para korban bertambah parah, pihak sekolah memutuskan membawa para siswa menuju rumah sakit.
"Saat itu kondisi siswa semakin lemas, makanya kami putuskan untuk membawanya ke rumah sakit," kata Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Palu, Drs Hardi SPd, Mpd kepada wartawan.
Saat sampai di rumah sakit, para siswa langsung diinfus dan diberikan berbagai jenis obat-obatan. Para orang tua yang mendengar kabar tersebut langsung mendatangi rumah sakit untuk melihat langsung kondisi anaknya.
Para orang tua siswa berharap, ke depan pihak sekolah dapat meningkatkan pengawasan terhadap kantin yang berada di lingkungan sekolah tersebut.
"Saya kaget, tiba-tiba dapat kabar anak saya keracunan. Kalau bisa kantinya lebih diawasi lagi," ungkap Munira (46), orangtua salah seorang siswa korban keracunan.
Pihak sekolah berjanji akan memanggil pemilik kantin untuk dievaluasi. Saat ini pihak Balai Pengawasan Obat dan Makanan Kota Palu juga masih meneliti penyebab keracunan siswa.
Pihak sekolah juga memastikan tidak ada unsur kesengajaan dalam kejadian tersebut, dimana para pemilik kantin merupakan orang yang telah bekerjasama dengan pihak sekolah selama bertahun-tahun dan mengantongi sertifikat berjualan makanan.
"Atas nama sekolah kami meminta maaf kepada seluruh masyarakat, kami akan melakukan berbagai upaya untuk mencegah kejadian serupa di kemudian hari," kata Hardi kepada wrtawan.
Hingga berita ini diturunkan, para siswa masih menjalani perawatan di ruang RS Bhayangkara Polda Sulteng.
Pewarta : Amat Banjir
Editor:
Rolex Malaha
COPYRIGHT © ANTARA 2026
