
SD Binaan Astra Agro catat prestasi nasional
Rabu, 19 Juli 2017 18:28 WIB

Jakarta (antarasulteng.com) - Gelaran Olimpiade Sains Nasional (OSN) di Pekanbaru, Riau, telah usai. Acara yang dihelat pada 2-8 Juli 2017 ini meninggalkan kesan manis. Duo Matra (Mamuju Utara), Sulawesi Barat, yang berasal dari SD binaan Yayasan Astra Agro Lestari yakni SD Inpres Kabuyu dan SD Inpres Pirsus Tikke, yang terletak di ring 1 PT Mamuang dan PT Letawa ini memberikan goresan kebanggaan tersendiri bagi sekolah dan daerahnya.
Mereka adalah Muhammad Fajar dan Audrick Viriya Atmajaya Kwan, yang telah mengecap pengalaman tak terlupakan sebagai finalis OSN Matematika dan IPA tingkat Nasional.
OSN sendiri merupakan ajang olimpiade mata pelajaran paling bergengsi di tingkat Nasional. Event berjenjang yang rutin diselenggarakan Kementerian Pendidikan Nasional setiap tahun ini menjadi ajang bagi siswa-siswi luar biasa dari seluruh penjuru tanah air untuk unjuk diri dan menjadi yang terbaik. Ajang ini juga menjadi sarana untuk mencari bibit-bibit saintis muda yang kelak akan mengharumkan nama Indonesia di pentas olimpiade Internasional.
Menjadi bagian dari saintis-saintis muda di level ini merupakan impian dari semua siswa di sekolah manapun. Meski demikian, prosesnya tidak semudah membalik telapak tangan. Sebagai gambaran, Audrick dan Fajar merupakan siswa pertama dalam kurun waktu satu dekade terakhir dari Kabupaten Mamuju Utara yang berhasil menjadi finalis di tingkat nasional.
Mereka berdua harus menjalani serangkaian proses panjang, tahap demi tahap, sejak dari tingkat sekolah untuk menyisihkan satu demi satu pesaingnya. Setiap proses dijalani dengan dibarengi usaha keras untuk selalu meningkatkan kemampuan sehingga mereka memiliki kesiapan untuk menghadapi persaingan di setiap kenaikan jenjang mulai dari tingkat UPTD, Kabupaten, Provinsi hingga Nasional yang tentunya semakin bertambah sulit. Setidaknya begitulah yang diceritakan oleh kedua pembimbing mereka, Aisyah SD Inpres Kabuyu dan Widyaningsih SD Inpres Pirsus Tikke. Beliau berdua menjadi saksi setiap detil usaha dan jerih payah anak didiknya.
Kesimpulannya sama, di mata guru pembimbingnya, mereka berdua adalah siswa yang luar biasa dengan semangat dan kemauan belajar yang tidak biasa. Sinergi siswa, guru pembimbing, dan tentunya dukungan dari orangtua mereka ,menjadi modal pelecut prestasi Audrick dan Fajar.
Meski belum mendapatkan hasil yang diimpikan, namun tidak sedikitpun mengecilkan apresiasi terhadap Audrick dan Fajar, guru pembimbing, serta para orang tua. Persiapan memang telah maksimal diusahakan, namun kompetisi harus menentukan peringkat terbaik. Kekecewaan mungkin tetap terasa. Tetapi pengalaman yang didapatkan selama mengikuti kegiatan OSN di Pekanbaru tidak akan terlupakan.
Anak-anak mendapatkan teman baru, membuka wawasan baru, mendapat ilmu baru, dan cerita-cerita baru. Tes tertulis dan tes eksperimen-eksplorasi hanyalah bagian kecil dari acara tersebut. Semua finalis mendapat kesempatan untuk ambil bagian dalam kampanye anti narkoba bersama BNN, wisata edukasi di Istana Siak, serta malam keakraban yang menjadi sesi menyenangkan untuk berkenalan dari berbagi cerita dengan teman baru dari penjuru nusantara.
Pada akhirnya, gelaran OSN ini menjadi hadiah manis bagi para finalisnya. Menang dan kalah adalah bagian dari kompetisi dan hanya akan berakhir sebagai kenangan. Namun pengalaman, penghargaan, dan apresiasi dapat menjadi modal bagi anak-anak untuk terus berkembang. Semua memiliki kesempatan untuk menjadi juara sejati, yakni mereka yang memiliki semangat, rasa percaya diri, budi baik, dan kemauan untuk terus berkembang lebih baik dan terus lebih baik, meski tanpa piala.
Apresiasi luar biasa pada semangat yang dimiliki Audrick dan Fajar, keikhlasan Ibu guru pembimbing, perhatian siang malam dari orang tua, serta dukungan moral dan material dari manajemen site yang menunjukan komitmen penuh pada pendidikan. Kesuksesan selalu bermula dari kesungguhan. (Humas AAL)
Pewarta :
Editor:
Rolex Malaha
COPYRIGHT © ANTARA 2026
