Palu (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng) menyiapkan Sekolah Khusus Keluarga (SKK) sebagai bagian dari pemberdayaan keluarga menjadi garda terdepan dalam menghadapi dinamika sosial.
"SKK adalah salah satu program prioritas Pemkot Palu dalam memberikan pengurangan kepada masyarakat di berbagai bidang dalam menciptakan keluarga cerdas," kata Wali Kota Palu Hadianto Rasyid di sela pertemuan dengan kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) membahas kesiapan pelaksanaan program Sekolah Khusus Keluarga di Palu, Jumat.
Ia menjelaskan SKK suatu terobosan dilakukan Pemkot Palu untuk membangun ketahanan keluarga mandiri, sehat, dan berkualitas yang mana program itu dirancang sebagai wadah peningkatan kapasitas keluarga di berbagai bidang, mulai dari kesehatan, sosial, hingga pemahaman hak dan kewajiban dalam kehidupan bermasyarakat.
"Menjadikan keluarga sebagai benteng pertahanan dalam menghadapi isu-isu sosial, seperti pernikahan dini, kenakalan remaja, dan masalah narkoba," ujarnya.
Ia memaparkan pola belajar dalam program itu dapat disesuaikan dengan kebutuhan, misalnya pemahaman terkait program Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Palu terhadap pemenuhan hak-hak dasar, pencegahan kekerasan hingga perkawinan di usia anak, termasuk perlindungan perempuan dapat dilakukan dua jam per hari dalam beberapa kali pertemuan.
Setiap pertemuan memiliki materi tersendiri, dan seluruh anggota keluarga diwajibkan hadir, bukan hanya salah satu pihak.
Lebih lanjut, ia menjelaskan program ini juga akan memberikan penghargaan berupa sertifikat kelulusan kepada keluarga yang berhasil menyelesaikan seluruh rangkaian pembelajaran.
"Sertifikat nantinya menjadi pintu akses bagi keluarga untuk memperoleh dukungan dan fasilitas dari berbagai instansi, seperti UMKM, Dinas Perdagangan dan Perindustrian, Dinas Sosial, dan lainnya," ucap Hadianto.
Pada kesempatan itu, wali kota menginstruksikan OPD, camat dan lurah masif melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait sekolah khusus keluarga.
"Kalau masing-masing kelurahan ada dua atau tiga keluarga yang mau ikut program ini di tahap awal, ke depan mereka akan menjadi mentor bagi keluarga lainnya, karena sudah mendapat sertifikat khusus SKK, dengan begitu masyarakat akan semakin cerdas memahami kedudukannya dan menyadari hak-haknya," kata dia.
Melalui program itu diharapkan warga di ibu kota Sulteng itu dapat tumbuh menjadi masyarakat yang kuat, cerdas, dan mandiri, yang pada akhirnya mendukung terwujudnya pemerintahan yang cerdas dan hebat.
