Donggala (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah memberikan pelatihan melalui aksi nyata berbasis pemberdayaan dengan fokus pada pengolahan hasil perikanan di Desa Toaya, Kecamatan Sindue.
Bupati Donggala Vera Elena Laruni mengatakan hal itu menjadi salah satu komitmen pemerintah daerah dalam upaya mempercepat penurunan stunting di daerah itu.
"Jadi melalui gerakan percepatan penurunan keluarga risiko stunting di Desa Toaya maka ada aksi-aksi berbasis pemberdayaan masyarakat dengan fokus pada pengolahan hasil perikanan," katanya kepada awak media usai menemui warga Sindue, Selasa.
Ia mengemukakan pelatihan itu dengan menggunakan pola demonstrasi cara membuat olahan perikanan, sehingga memberikan keterampilan praktis bagi keluarga berisiko stunting.
"Masyarakat diharapkan mampu mengadopsi keterampilan itu untuk mengembangkan usaha produktif skala rumah tangga," ucapnya.
Ia menuturkan, terdapat empat produk olahan ikan yang dapat dibuat masyarakat yakni abon ikan, burger ikan, nugget ikan, dan bakso ikan.
"Nanti dari Dinas Perikanan setempat menyediakan modul olahan sesuai petunjuk teknis, sehingga masyarakat dapat memahami cara pengolahan dengan baik dan benar," sebutnya.
Selanjutnya, pemerintah daerah juga memberikan 160 kemasan olahan perikanan kepada 40 kepala keluarga berisiko stunting di Toaya.
"Produk-produk itu dapat langsung dikonsumsi sebagai tambahan protein hewani sekaligus menjadi contoh nyata manfaat olahan perikanan," katanya.
Menurut dia, pelayanan stunting kali ini di Desa Toaya mengutamakan interaksi langsung melalui demonstrasi kepada masyarakat.
"Harapannya kegiatan demonstrasi ini bisa memperkuat pemberdayaan keluarga, sekaligus membuka peluang usaha ekonomi produktif berbasis olahan ikan," ujarnya.
Vera memastikan gerakan cepat penurunan keluarga risiko stunting tersebut adalah wujud keseriusan pemerintah daerah dalam menekan angka stunting di Kabupaten Donggala.
"Tentunya berbagai inovasi dan pola intervensi langsung, Kabupaten Donggala optimis dapat berkontribusi dalam pencapaian target nasional penurunan stunting 14 persen pada 2025," tuturnya.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan Sulteng, angka stunting di Kabupaten Donggala 34,1 persen pada 2023, turun menjadi 29,6 persen tahun 2024.
