
IMIP serap tenaga kerja lokal, Angka pengangguran turun

Morowali (ANTARA) - PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) terus meningkatkan serapan tenaga kerja lokal di Sulawesi Tengah. Kehadiran kawasan industri nikel ini memberi dampak pada penurunan angka pengangguran di daerah.
Badan Pusat Statistik (BPS) Sulteng mencatat, tingkat pengangguran terbuka pada Februari 2025 sebesar 3,02 persen. Angka ini turun 0,13 persen poin dibandingkan Februari 2024 yang tercatat 3,15 persen.
“Jumlah pengangguran per Februari 2025 mencapai 49,61 ribu orang, menurun tipis dari tahun sebelumnya 49,62 ribu orang,” kata Plt Kepala BPS Sulteng, Imron Taufik J. Musa, Sabtu (6/9/2025).
Ia menyebut, Sulteng berada di posisi ketiga terendah secara nasional dalam tingkat pengangguran.
Hasil Sakernas Februari 2025 menunjukkan, sektor industri pengolahan ikut menyerap tenaga kerja cukup besar. “Lapangan usaha ini menyumbang peningkatan 19,79 ribu orang dibanding Februari 2024,” ujar Imron.
Head of Media Relations PT IMIP, Dedy Kurniawan, menegaskan visi perusahaan memang diarahkan untuk kesejahteraan masyarakat.
“Ada karyawan IMIP yang dulunya kerja serabutan, kini mampu meningkatkan kualitas hidup keluarganya,” katanya.
Saat ini jumlah tenaga kerja di kawasan IMIP mencapai 86.394 orang. Dari angka itu, 92 persen berasal dari Pulau Sulawesi, dengan 31 persen di antaranya warga Sulteng.
"Calon pekerja yang diinterview setiap hari berkisar 200 hingga 500 orang. Ini menunjukkan animo masyarakat untuk bekerja di IMIP semakin meningkat,” ujar Dedy.
Pewarta : Rangga
Editor:
Andilala
COPYRIGHT © ANTARA 2026
