Logo Header Antaranews Sulteng

Pemkab Sigi minta kepala OPD kawal efektivitas program di kecamatan

Sabtu, 7 Februari 2026 21:17 WIB
Image Print
Bupati Sigi Moh Rizal Intjenae bersama Wakil Bupati Sigi dan seluruh kepala-kepala OPD melakukan kunjungan kerja ke wilayah Kulawi Selatan, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, Sabtu (7/2/2026). ANTARA/HO-Diskominfo Sigi

Sigi (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah (Sulteng) memerintahkan seluruh kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Kabupaten Sigi sebagai koordinator di setiap kecamatan untuk memastikan program pemerintah berjalan efektif dan terkontrol.

Bupati Sigi Moh Rizal Intjenae mengatakan pentingnya keterlibatan OPD sebagai pengawas program lintas sektor di seluruh kecamatan.

"Jadi perlu adanya forum konsolidasi pemerintahan untuk memastikan pelayanan publik dan program pembangunan benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat hingga pelosok desa," kata Rizal saat berkunjung di Kulawi Selatan, Sigi, Sabtu.

Ia mengemukakan pemerintah daerah saat ini lebih fokus dalam penguatan pelayanan dasar yang langsung dirasakan masyarakat, terutama di bidang pendidikan, kesehatan, dan pengentasan kemiskinan.

"Berdasarkan arahan Presiden Prabowo Subianto bahwa negara harus hadir melalui pelayanan yang adil dan merata bagi seluruh masyarakat, bukan sekadar membangun gedung atau infrastruktur yang tidak berdampak secara langsung," ucapnya.

Rizal menuturkan pada sektor pendidikan tidak boleh ada satu pun anak di Kabupaten Sigi yang putus sekolah disebabkan alasan ekonomi.

"Untuk di pendidikan kami sudah menyiapkan dukungan pembiayaan, termasuk penyediaan seragam sekolah gratis bagi anak-anak dari keluarga tidak mampu mulai dari PAUD hingga SMP," sebutnya.

Sementara itu pada sektor kesehatan seluruh masyarakat di Sigi dipastikan harus mendapatkan pelayanan tanpa diskriminasi.

"Program pemeriksaan kesehatan gratis dan jaminan pengobatan bagi warga miskin diminta berjalan maksimal hingga tingkat desa, dengan dukungan SOP yang memudahkan akses layanan, khususnya bagi masyarakat di wilayah terpencil," kata dia.

Menurut dia, pemerintah daerah meminta agar seluruh pihak dapat bekerja sama dalam penanganan stunting secara terbuka dan terintegrasi.

Rizal menyebutkan bahwa kasus stunting merupakan persoalan bersama yang harus ditangani melalui penguatan peran posyandu, kader kesehatan, dan pemerintah desa.

"Tenaga kesehatan dan semua pihak jangan takut melaporkan kondisi sebenarnya, sebab salah satu tugas pemerintah untuk hadir, memberi solusi, dan memastikan generasi muda di Kabupaten Sigi tumbuh sehat dan cerdas," ujarnya.

Diketahui berdasarkan data Dinas Kesehatan Sigi bahwa kasus stunting di daerah tersebut pada tahun 2025 mengalami penurunan menjadi 11,55 persen dari tahun sebelumnya 33 persen.

Kasus stunting tersebut mengalami penurunan sebesar 21,45 persen.



Pewarta :
Editor: Andilala
COPYRIGHT © ANTARA 2026