Logo Header Antaranews Sulteng

UIN Datokarama Palu dan Hannah Asa Indonesia kembangkan kemampuan penerima KIP

Sabtu, 8 November 2025 19:15 WIB
Image Print
Rektor UIN Datokarama Palu Prof Lukman Thahir memberikan penguatan kapasitas kepada mahasiswa penerima beasiswa KIP kuliah dalam kegiatan pelatihan kewirausahaan berlangsung di Palu, Sabtu (8/11/2025). ANTARA/HO-UIN Datokarama Palu

Palu (ANTARA) - Universitas IsIam Negeri (UIN) Datokarama Palu, Sulawesi Tengah dan PT Hannah Ada Indonesia mengembangkan kemampuan kewirausahaan mahasiswa penerima beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah.

"949 mahasiswa penerima KIP angkatan 2022-2025 diberi penguatan kewirausahaan, supaya mereka memiliki kemampuan membangun usaha secara mandiri, selain mengikuti pendidikan kuliah," kata Rektor UIN Datokarama Palu Prof Lukman Thahir dalam kegiatan pelatihan kewirausahaan kepada mahasiswa penerima KIP kuliah di Palu, Sabtu.

Ia mengemukakan, kolaborasi dengan Hannah Asa Indonesia sebagai bentuk upaya penyiapan generasi muda UIN Datokarama yang produktif dan berdaya saing.

Inisiatif itu dirancang bukan hanya untuk memberikan bekal akademis, tetapi juga untuk menumbuhkan jiwa kemandirian dan inovasi di kalangan mahasiswa yang berasal dari latar belakang ekonomi kurang mampu.

"Dengan beasiswa KIP yang menjamin pendidikan mereka, UIN Datokarama ingin memastikan lulusan tidak hanya berharap menjadi ASN, tetapi siap menjadi pencipta lapangan kerja atau wirausahawan tangguh di era digital," ujarnya.

Ia menjelaskan pengempangan kompetensi mahasiswa berwirausaha, merupakan salah satu pendekatan yang ditempuh untuk menjawab tantangan bonus demografi.

Terkait hal itu Founder Hannah Asa Indonesia Mardiyah mengemukakan, pihaknya ingin menjadi jembatan menghadirkan kader muda yang tidak hanya memahami konsep keuangan, tetapi juga memiliki empati sosial, akhlak, dan tanggung jawab moral terhadap masyarakatnya.

Maka mahasiswa penerima KIP Kuliah dilatih menjadi finansial educator, yang siap mengajar kembali di kampus, di komunitas, hingga desa-desa terpencil.

"Inilah cara kami memastikan bahwa literasi keuangan tidak berhenti di seminar, tetapi benar-benar hidup dan berdampak," ucapnya.

Ia menjelaskan, literasi keuangan bukan tentang menjadi kaya lebih cepat, tetapi tentang hidup yang lebih berkah, dan lebih bermanfaat.

"Gerakan seperti ini tidak boleh berhenti di ruangan pelatihan atau seminar, ia harus tumbuh menjadi gerakan sosial ekonomi yang hidup di kampus, di komunitas, dan di setiap tempat yang membutuhkan cahaya pengetahuan. Kami percaya masa depan literasi keuangan Indonesia ada di tangan anak muda," kata dia menuturkan.

Lebih lanjut dijelaskannya, kolaborasi dengan para pihak salah satu kontribusi Hannah untuk Indonesia melahirkan kader muda yang siap menjaga keberkahan finansial keluarga, komunitas, dan bangsa.

"Terima kasih kepada UIN Datokarama Palu, OJK Sulawesi Tengah, BEI Sulteng,Yayasan Al-Azhar Mandiri, para duta literasi, dan seluruh mitra yang telah mempercayai kami membangun ruang belajar ini," kata Mardiyah.

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari mulai 8-9 November 2025 di kampus UIN mengusung tema cerdas finansial masa depan gemilang.



Pewarta :
Editor: Andilala
COPYRIGHT © ANTARA 2026