Sigi (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sigi, Sulawesi Tengah, memastikan 17 jaringan irigasi di daerah itu telah masuk dalam daftar program rehabilitasi dan pembangunan tahun 2025.
Bupati Sigi Moh Rizal Intjenae mengatakan program itu bertujuan mendukung penguatan ketahanan pangan dan mengoptimalkan kembali lahan pertanian di Kabupaten Sigi.
"Alhamdulillah tahun ini Kabupaten Sigi mendapatkan 17 perbaikan jaringan irigasi dan itu paling banyak di antara seluruh usulan kabupaten/kota di Sulawesi Tengah," kata Rizal Intjenae saat ditemui awak media di Desa Kalukubula, Kabupeten Sigi, Sulawesi Tengah, Minggu.
Ia mengatakan jika membandingkan daerah lain seperti Kabupaten Banggai hanya mendapatkan tiga jaringan irigasi, Donggala dua jaringan, Morowali Utara dan Tolitoli masing-masing satu jaringan, maka tentu di Sigi lebih banyak.
"Semua pengerjaan itu dilakukan oleh Balai Wilayah Sungai Sulawesi III dengan nilai perbaikan satu irigasi mencapai Rp3 miliar," ujar dia.
Ia menjelaskan program tersebut merupakan bagian dari Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 2 Tahun 2025 tentang percepatan pembangunan dan rehabilitasi jaringan irigasi.
"Tentunya program ini berfokus pada peningkatan infrastruktur irigasi tersier untuk mendukung sektor pertanian khususnya di Kabupaten Sigi," ujar dia.
Ia mengatakan pembangunan 17 proyek saluran jaringan irigasi itu mencapai sepanjang 6.500 meter dan ditargetkan akan melayani 539 hektare lahan pertanian di Kabupaten Sigi.
"Pada dasarnya pelaksanaan Inpres tahap II ini untuk efisiensi distribusi air irigasi, mendukung ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani dalam peningkatan produktivitas di Sulteng khususnya Sigi," ujar dia.
