Presiden Prabowo perintahkan A400 bawa bantuan, prioritaskan ibu, bayi, lansia

id presiden prabowo subianto,bencana sumatra

Presiden Prabowo perintahkan A400 bawa bantuan, prioritaskan ibu, bayi, lansia

Pesawat A400 yang membawa bantuan yang diprioritaskan bagi kelompok rentan yang terdampak Siklon Tropis Senyar di Sumatra. ANTARA/HO-Kemenko PMK

Jakarta (ANTARA) - Atas instruksi langsung Presiden Prabowo Subianto, pihak terkait telah menyiapkan pesawat A400 untuk mengirim bantuan bagi kelompok prioritas, seperti ibu, bayi, dan lansia ke daerah terdampak di Sumatera, merespons bencana di daerah itu.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno mengatakan di Jakarta, Jumat, bahwa Presiden sudah memerintahkan untuk berkoordinasi terkait penanganan sejak hari pertama bencana.

"Sejak hari pertama terjadinya bencana Bapak Presiden sudah perintahkan kepada kami, tim PMK, langsung bergerak dibantu TNI, Polri, pemda aktif. Dan untuk tanggap darurat itu, tenda-tenda pengungsian, terus makanan dengan segala kebutuhan sehari-hari sudah dikirim," kata Pratikno.

Dia menyebutkan, yang dikirimkan pada Jumat adalah kebutuhan yang sangat mendesak. Tim Pekerjaan Umum (PU) juga telah bergerak secara intensif untuk mengatasi titik-titik lokasi yang terputus akibat tanah longsor dan jalan tertimbun, memastikan akses bantuan tidak terhambat.

Dalam kesempatan yang sama, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menjelaskan bahwa empat pesawat militer diberangkatkan pada pukul 07.30 WIB, yaitu tiga unit Hercules dan satu pesawat A400 yang baru tiba awal bulan ini.

Teddy mengatakan, keempat pesawat itu menuju tiga provinsi sekaligus, Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh, melalui Bandara Minangkabau Padang, Bandara Silangit Tapanuli, serta Bandara Banda Aceh dan Lhokseumawe.

Dia menjelaskan, bantuan yang dikirim hari ini disesuaikan dengan kebutuhan mendesak di lapangan, terutama yang vital bagi kelompok rentan yakni ibu hamil, bayi, anak-anak, dan lansia.

Bantuan utama yang diberangkatkan meliputi tenda pengungsian sekitar 150 unit untuk memenuhi kebutuhan hunian darurat, perahu karet sekitar 64 unit, alat komunikasi sekitar 100 unit untuk memulihkan sinyal dan koordinasi, hingga genset.

"Kemudian juga bahan makanan siap saji, kemudian tim medis dari TNI, kemudian juga dari Kementerian Kesehatan. Tim medis terdiri dari dokter dan perawat serta bantuan obat-obatan," ujar dia menambahkan.



Pewarta :
Editor : Andilala
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.