Logo Header Antaranews Sulteng

Polda Sulteng libatkan 597 personel simulasi penanggulangan bencana

Jumat, 12 Desember 2025 07:47 WIB
Image Print
Polda Sulteng melaksanakan simulasi penanggulangan bencana alam dan pelayanan unjuk rasa sebagai bentuk meningkatkan kesiapsiagaan daerah dalam menghadapi potensi bencana di Palu, Kamis (11/12/2025). ANTARA/HO-Humas Polda Sulteng

Palu (ANTARA) - Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tengah (Sulteng) melibatkan 597 personel gabungan dalam latihan simulasi penanggulangan bencana alam dan pelayanan unjuk rasa sebagai bentuk meningkatkan kesiapsiagaan daerah dalam menghadapi potensi bencana.

Wakapolda Brigjen Pol. Helmi Kwarta Kusuma Putra Rauf di Palu, Kamis, menegaskan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi potensi ancaman di wilayah Sulawesi Tengah.

“Simulasi ini bertujuan untuk meningkatkan kesiapsiagaan daerah dalam menghadapi potensi bencana maupun dinamika sosial yang bisa muncul kapan saja,” katanya.

Ia menyebut daerah ini memiliki kerawanan bencana dan dinamika sosial yang membutuhkan respons terencana, cepat, serta terintegrasi antarinstansi.

Selain itu, lanjut dia, Sulawesi Tengah memiliki riwayat terjadinya penjarahan pascabencana sehingga antisipasi harus terus diperkuat.

Karena itu, dia menekankan bahwa latihan tersebut bukan seremoni, tetapi sarana evaluasi untuk memastikan mekanisme komando, alur komunikasi, dan prosedur penanganan darurat berjalan efektif.

Dalam latihan simulasi ini, sebanyak 597 personel dikerahkan, yakni Satbrimob, Ditsamapta, Ditlantas, personel staf, hingga Polresta Palu.

Selain itu, unsur TNI, BMKG, BPBD, Basarnas, Dinas Kesehatan, Damkar, Palang Merah Indonesia (PMI), Satpol PP, Dinas Perhubungan, dan berbagai elemen pemerintah daerah juga dilibatkan.

Para peserta menjalankan berbagai skenario penanganan darurat, mulai dari proses evakuasi korban, pemberian layanan medis, rekayasa lalu lintas, hingga pengamanan situasi saat terjadi aksi unjuk rasa.

Ia mengharapkan latihan ini mampu meningkatkan kemampuan personel, kesiapan peralatan, hingga sistem deteksi dini terhadap potensi bencana maupun konflik sosial.

"Kolaborasi lintas sektor menjadi kunci dalam memastikan respons cepat di setiap kondisi kritis," ujarnya.

Ia juga menyampaikan dukungan moril kepada korban bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

“Untuk saudara-saudara kita yang terdampak bencana alam di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, tetap kuat dan solid. Warga Sulawesi Tengah selalu ada untuk kalian,” katanya.



Pewarta :
Editor: Andriy Karantiti
COPYRIGHT © ANTARA 2026