Palu (ANTARA) -
Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sulawesi Tengah (Sulteng) memantau kesiapan personel serta menjamin keamanan dan ketertiban masyarakat menjelang malam pergantian tahun 2025.
“Atas nama persaudaraan dan kemanusiaan, kami mengimbau masyarakat Sulawesi Tengah untuk tidak mengadakan perayaan malam pergantian tahun secara besar-besaran. Ini adalah bentuk empati dan kepedulian kita kepada saudara-saudara kita yang saat ini masih berjuang untuk bangkit dari bencana,” kata Gubernur Sulteng Anwar Hafid di Palu, Rabu malam.
Anwar Bersama Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah Irjen Pol. Endi Sutendi meninjau langsung sejumlah titik pelaksanaan Operasi Lilin. Sejumlah lokasi strategis menjadi sasaran peninjauan, di antaranya kawasan Balai Kota Palu, Towua, Maesa, hingga Jalan Sudirman. Di setiap titik, Gubernur dan Kapolda berdialog langsung dengan petugas gabungan guna memastikan pengamanan berjalan optimal serta pelayanan kepada masyarakat berlangsung dengan baik.
Gubernur mengimbau masyarakat Sulteng agar tidak merayakan malam pergantian tahun 2026 secara berlebihan. Imbauan itu disampaikan sebagai bentuk empati dan solidaritas kepada saudara-saudara di sejumlah wilayah Pulau Sumatera, seperti Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara, yang tengah terdampak bencana banjir bandang.
Gubernur menegaskan bahwa masyarakat tidak dilarang merayakan pergantian tahun, namun diharapkan dilakukan secara sederhana dan tetap menjaga ketertiban serta keamanan lingkungan.
Sementara itu Kapolda Sulawesi Tengah Irjen Pol. Endi Sutendi juga mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan perayaan dengan pesta kembang api. Langkah tersebut dinilai penting guna menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif serta mencegah potensi gangguan keamanan dan keselamatan di tengah masyarakat.
Dengan sinergi antara pemerintah daerah, TNI-Polri, dan seluruh unsur terkait, diharapkan malam pergantian tahun di Sulawesi Tengah dapat berlangsung aman, tertib, dan penuh rasa solidaritas.
