
Sulteng perluas Beasiswa Berani Cerdas hingga jenjang S3

Palu (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) memperluas penerima program Beasiswa Berani Cerdas hingga jenjang magister (S2) dan doktoral (S3) guna meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) daerah setempat.
Gubernur Sulteng Anwar Hafid dalam keterangan di Palu, Sabtu, mengatakan pemberian Beasiswa Berani Cerdas untuk jenjang S2 dan S3 akan dilakukan secara selektif dan terbatas.
“Jurusan ilmu itu adalah yang menjadi kebutuhan daerah kita. S2 dan S3 juga akan kita lakukan, tetapi sangat selektif karena kuotanya terbatas. Tidak seperti S1. Ini harus benar-benar sesuai dengan kebutuhan daerah kita,” katanya.
Ia menjelaskan Beasiswa Berani Cerdas untuk jenjang magister hingga doktoral diarahkan khusus pada bidang keilmuan yang menjadi kebutuhan strategis daerah, antara lain kedokteran spesialis, pertambangan, tenaga ahli strategis, keperawatan, notariat, serta profesi insinyur.
Melalui program tersebut, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah menanggung biaya pendidikan penuh dengan ketentuan penerima beasiswa wajib kembali dan mengabdi di daerah setelah menyelesaikan studi sesuai dengan bidang keahlian.
Menurut dia, program Berani Cerdas bukan sekadar janji kampanye, melainkan kebijakan strategis untuk memastikan pemerataan pendidikan serta meningkatkan kualitas SDM Sulawesi Tengah.
Ia juga menekankan bahwa masa depan Sulawesi Tengah tidak ditentukan oleh kekayaan sumber daya alam (SDA), melainkan oleh kualitas SDM.
“Kita semua yakin masa depan daerah ini bukan ditentukan oleh SDA, tetapi setinggi apa SDM yang dimiliki daerah ini,” ujarnya.
Sepanjang 2025, Program Beasiswa Berani Cerdas telah menjangkau 23.569 penerima dengan total alokasi anggaran lebih dari Rp84 miliar.
Menurut dia, belum ada pemerintah provinsi lain di Indonesia yang mengambil langkah serupa dalam menjamin akses pendidikan tinggi bagi generasi muda.
“Saya kira di Indonesia ini belum ada provinsi yang bisa memberi program sebanyak ini,” ujarnya.
Pewarta : Nur Amalia Amir
Editor:
Andilala
COPYRIGHT © ANTARA 2026
