Mataram (ANTARA) - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai kecepatan maksimum angin permukaan yang dapat mencapai 40 kilometer per jam di wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB).
"Arah angin bertiup dari barat daya hingga barat laut dengan kecepatan maksimum 40 kilometer per jam," kata Kepala Stasiun Meteorologi BMKG NTB Satria Topan Primadi di Mataram, Rabu.
Ia menjelaskan fenomena aliran angin permukaan yang bertiup kencang tersebut muncul dari hasil kombinasi dinamika atmosfer, seperti pembentukan pusat tekanan rendah dan Monsun Asia.
BMKG mengidentifikasi daerah pusat tekanan rendah di Samudera Hindia sebelah selatan perairan NTB. Pusat tekanan rendah tersebut mengubah aliran angin dan memperkuat tekanan udara di sekitarnya.
Perbedaan tekanan antara daerah tinggi dengan daerah rendah yang kian menguat, kata dia, membuat angin bertiup kencang agar kedua daerah yang berbeda tekanan menjadi seimbang.
Selain itu terdapat pula fenomena penguatan Monsun Asia yang meningkatkan aliran massa udara dari Laut China Selatan menuju ke Indonesia bagian selatan. Aliran massa udara ini, menurutnya, memperkuat arah dan kecepatan angin permukaan yang bertiup di NTB.
"Tekanan udara di NTB hari ini sekitar 1.008 sampai 1.011 milibar," ucap Satria.
BMKG mengimbau masyarakat untuk selalu mewaspadai bahaya angin kencang karena bisa menyebabkan gelombang tinggi, pohon tumbang, dan membahayakan pengendara sepeda motor yang melintasi jalan terbuka, seperti jalur bypass yang menghubungkan Kota Mataram dengan Kabupaten Lombok Tengah.
BMKG telah menerbitkan peringatan dini tentang gelombang tinggi yang dapat mencapai dua meter atau atau lebih di seluruh perairan NTB. Gelombang tinggi yang masuk kategori sedang tersebut berbahaya bagi perahu nelayan hingga kapal tongkang.
"Bagi masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi, dimohon agar selalu waspada," ucap Satria Topan Primadi.
