Logo Header Antaranews Sulteng

Penasihat Khamenei perkirakan konflik AS berakhir sebelum Nowruz

Kamis, 12 Maret 2026 20:05 WIB
Image Print
Asap membubung setelah ledakan di tengah kota Teheran, Iran, Jumat (6/3/2026). (ANTARA/Xinhua/Shadati/aa.)

Teheran (ANTARA) - Penasihat senior militer untuk mendiang pemimpin tertinggi Iran, Yahya Rahim Safavi, Kamis, mengatakan konflik dengan Amerika Serikat dan Israel akan berakhir sebelum perayaan Tahun Baru Nowruz.

Pada Rabu (11/3), Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan "tidak akan ada lagi" yang tersisa untuk diserang di Iran. Trump juga mengatakan bahwa Amerika tidak bermaksud untuk segera menghentikan operasi militer terhadap Iran.

"Anggapan saya bahwa perang ini akan berakhir sebelum Nowruz (Tahun Baru Iran, yang dirayakan pada 21 Maret)," kata Safavi seperti dikutip Kantor Berita ISNA.

Pemimpin tertinggi Iran adalah panglima tertinggi angkatan bersenjata Iran. Mantan pemimpin tertinggi, Ayatollah Ali Khamenei, tewas pada hari pertama operasi militer tersebut.

Setelah itu, putra Ali Khameni, yaitu Mojtaba Khamenei, terpilih sebagai pemimpin baru Iran. Otoritas Iran tidak mengumumkan perubahan lain dalam kepemimpinan militer negara tersebut.

Sebelumnya, pada 28 Februari lalu, Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap target di Iran hingga menyebabkan kerusakan dan korban sipil.

Iran membalasnya dengan menyerang wilayah Israel dan fasilitas militer milik AS di Timur Tengah.

Amerika dan Israel awalnya mengklaim serangan mereka itu diperlukan untuk melawan ancaman yang dianggap berasal dari program nuklir Iran.

Namun, mereka segera memperjelas bahwa serangan itu dilakukan karena mereka ingin melihat perubahan kekuasaan di Iran.

Sumber: Sputnik/RIA Novosti




Pewarta :
Editor: Andilala
COPYRIGHT © ANTARA 2026