Pemkot-Palu perpanjang status siaga darurat bencana

id Bencana hidrometeorologi, kebencanaan, darurat bencana, BPBD Palu, Presly Tampubolon, sekda Palu, pemkotpalu, Sulawesi T

Pemkot-Palu perpanjang status siaga darurat bencana

Sejumlah perwakilan OPD mengikuti rapat koordinasi tim pos komando siaga darurat bencana membahas perpanjangan status siaga darurat bencana banjir dan cuaca ekstrem di Kota Palu, Rabu (20/1/2026). ANTARA/HO-BPBD Palu

Palu (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Palu perpanjang status siaga darurat bencana alam sebagai langkah antisipasi dalam merespon ancaman potensi kebencanaan di wilayah Ibu Kota Sulawesi Tengah.

"Perpanjangan status siaga darurat berlangsung selama tuju hari terhitung sejak 21-27 Januari 2026," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palu Presly Tampubolon di Palu, Rabu.

Ia mengemukakan, sebelumnya status siaga darurat dimulai pada 14 Januari, langkah ini merespon bencana hidrometeorologi (banjir) yang melanda sejumlah wilayah di Kota Palu pada 11 Januari.

Keputusan itu ditetapkan dalam rapat koordinasi tim pos komando siaga darurat bencana yang melibatkan berbagai unsur lintas sektor.

"Ada 14 instansi lintas lintas sektor terlibat, termasuk TNI/Polri, delapan kecamatan dan 46 kelurahan di Kota Palu," ujarnya.

Ia menjelaskan, instansi terlibat memiliki peran masing-masing sesuai tugas pokok dan fungsi (tupoksi), Dinas Pekerjaan Umum (PU) misalnya sedang melakukan proses rehabilitasi sejumlah infrastruktur terdampak bencana hidrometeorologi.

Adapun langkah-langkah dilaksanakan yakni perencanaan kegiatan penanggulangan bencana, pelaksanaan pemantauan wilayah yang sering terdampak banjir, koordinasi terhadap prakiraan cuaca, pengumpulan data dan urusan teknis lainnya.

"Langkah ini telah menjadi komitmen pemerintah dan skema penanganan bencana dilakukan secara terpadu," ucap Presly.

Sementara itu Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Palu Irmayanti Petalolo mengatakan, penetapan status siaga bencana diperkuat dengan Surat Keputusan (SK) Wali Kota tentang Penetapan Status Kedaruratan Bencana Banjir dan Cuaca Ekstrem di Kota Palu.

Menurut data dirilis Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), estimasi cuaca dengan curah hujan sekitar 150–200 milimeter tergolong sedang hingga lebat, dan kondisi penanganan selama tujuh hari siaga awal yang masih memerlukan keberlanjutan.

"Maka diputuskan untuk memperpanjang status siaga darurat bencana alam banjir dan cuaca ekstrem. Kami menganggap langkah ini sangat strategis, dan kami berharap pihak-pihak terlibat intens membangun komunikasikan koordinasi," kata dia.

Pewarta :
Editor : Andilala
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.