
FKUB bertekad jadikan Sulteng rujukan kerukunan di Indonesia

Palu (ANTARA) - Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Sulawesi Tengah (Sulteng) bertekad mewujudkan provinsi itu menjadi rujukan kerukunan di Indonesia sebagai daerah dengan tingkat toleransi tinggi.
"Visi kami menjadikan Sulawesi Tengah sebagai pusat moderasi beragama dengan indeks kerukunan dan toleransi yang tinggi," kata Ketua FKUB Sulteng Zainal Abidin di Palu, Jumat.
Untuk mencapai visi besar itu, pihaknya menggencarkan kolaborasi dengan pemerintah daerah (pemda) di tingkat provinsi, kabupaten/kota, termasuk pemerintah pusat melalui Kementerian Agama (Kemenag), organisasi keagamaan, dan umat beragama di Sulteng.
Menurut data FKUB setempat, indeks kerukunan di Sulteng masuk 10 besar nasional, namun di tingkat kabupaten/kota 60 persen.
"Kami menargetkan ke depan indeks itu naik ke angka 70 hingga 80 persen melalui program kerja yang telah disusun," ujarnya.
Menurut dia, upaya mewujudkan Sulteng menjadi daerah rujukan kerukunan di Indonesia bukan hal yang mustahil, karena berdasarkan data provinsi ini telah masuk 10 besar sehingga peluang itu terbuka lebar.
"Kalau mau lihat keamanan dan kerukunan datang ke Sulawesi Tengah, ini bukan cita-cita yang terlalu tinggi. Apalagi kalau sudah berkolaborasi antara pemda, Kemenag, FKUB dan pihak-pihak lainnya saya yakni visi ini bisa terwujud," ujarnya.
Ia mengemukakan adanya anggapan kurang baik dilekatkan dengan Sulteng sehingga dibutuhkan kolaborasi dan sinergitas lintas sektor untuk membangun kohesivitas guna membersihkan stigma negatif itu.
Oleh karena itu, ujarnya, kerja-kerja merawat kerukunan dan moderasi beragama salah satu strategi mewujudkan masyarakat majemuk yang cinta terhadap kedamaian.
"Efisiensi anggaran bukan menjadi hambatan dalam mengampanyekan toleransi dan moderasi beragama. Salah satu inovasi kami laksanakan, yakni melakukan program kemitraan, melalui pola bekerja sama dengan pihak lain," ucap Zainal yang juga Rais Syuriyah PBNU.
Ia menyebut empat pilah moderasi menjadi model pendekatan memperkuat kerukunan, yakni komitmen kebangsaan, toleransi, anti kekerasan, dan akomodasi terhadap budaya/tradisi lokal.
"Kami juga bertekad ingin meraih Harmony Award 2026. Berbagai program kami lakukan sejak beberapa tahun terakhir ingin membuktikan bahwa Sulteng aman dan tentram serta layak dikunjungi semua orang," kata dia.
Pewarta : Mohamad Ridwan
Editor:
Andilala
COPYRIGHT © ANTARA 2026
