
KSK kembali hadir, peserta hanya bisa kirim karya buku terbitan 2025
Jumat, 6 Februari 2026 07:38 WIB

Jakarta (ANTARA) - Ketua Yayasan Richard Oh Kusala Indonesia, Pratiwi Juliani menegaskan bahwa peserta "Kusala Sastra Khatulistiwa (KSK) 2026" diharapkan mengirimkan karya buku yang telah terbit pada 2025.
"Walaupun penyelenggaranya di tahun 2026, buku yang bisa dikirimkan ke kita adalah hanya buku yang terbit di tahun 2025. Sekali lagi ya, teman-teman yang terbit pertama kali di tahun 2025," kata Pratiwi dalam konferensi pers yang digelar di Jakarta, Kamis.Pada kesempatan yang sama, sosok sastrawan sekaligus kurator KSK, Hasan Aspahani mengatakan bahwa gelaran ini merupakan penghargaan untuk karya sastra terbaik sepanjang tahun.
Kegiatan ini juga menjadi tempat para sastrawan Indonesia mengerahkan hasil kreativitas serta bertujuan untuk memperluas kemungkinan wilayah pertemuan imajinasi dan realitas kehidupan.
Adapun kegiatan yang didukung Kementerian Kebudayaan melalui Dana Indonesiana ini terbuka bagi penulis WNI yang memiliki hasil karya penulis tunggal dan tidak melanggar hak cipta.
Karya yang bisa diajukan berupa buku cetak yang telah diterbitkan untuk pertama kalinya pada tahun 2025 dan ditulis dalam bahasa Indonesia.
Kategori karya yang dilombakan yakni meliputi kumpulan cerpen, novel, dan kumpulan puisi, serta syarat ketentuan dapat disimak melalui www.Kusala.id.
Penerbit ataupun penulis diperkenankan mengirimkan setidaknya dua eksemplar dari setiap judul karya yang diajukan dan paling lambat pada 28 Februari 2026.
Pewarta : Sinta Ambarwati
Editor:
Andriy Karantiti
COPYRIGHT © ANTARA 2026
