Palu (ANTARA) - Jajaran Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Sulawesi Tengah (Sulteng) memeriahkan momentum Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia dengan menggelar berbagai lomba permainan tradisional.
"Perlombaan tradisional mengingatkan kita akan akar budaya bangsa sekaligus menanamkan nilai kebersamaan yang menjadi fondasi dalam bekerja," kata Kepala Kanwil Ditjenpas Sulteng Bagus Kurniawan di Palu, Senin.
Menurut Bagus, perlombaan ini bukan sekadar hiburan, melainkan sarana memperkuat rasa kebersamaan sekaligus menumbuhkan semangat kebangsaan.
Ia mengatakan lomba tradisional ini sebagai pengingat akan semangat perjuangan dan kebersamaan yang diwariskan para pendiri bangsa.
Adapun cabang perlombaan meliputi bakiak, domino, makan kerupuk, lari sarung, dan tarik tambang. Peserta terdiri atas pejabat struktural hingga staf putra-putri di lingkungan Kanwil Ditjenpas Sulteng.
Bagus mengatakan permainan rakyat tersebut mengandung filosofi kerja sama dan solidaritas, yang sejalan dengan nilai-nilai yang sangat dibutuhkan dalam menjalankan tugas pemasyarakatan.
Lomba tradisional ini, kata dia, menjadi simbol semangat kemerdekaan dapat dihidupkan kembali dalam kehidupan sehari-hari, termasuk di lingkungan kerja pemasyarakatan.
Menurut Bagus, tradisi ini perlu terus dilestarikan dan diajarkan kepada generasi mendatang, karena mengajarkan nilai gotong royong, sportivitas, dan kebersamaan.
Untuk itu, melalui momentum kemerdekaan ini, pihaknya ingin menumbuhkan suasana kerja yang sehat, kompak, dan penuh kekeluargaan.
"Kami ingin seluruh jajaran semakin erat, tidak hanya dalam bekerja, tetapi juga dalam menjalin kebersamaan sebagai satu keluarga besar pemasyarakatan," ujarnya.
