
Disperindag Sulteng gelar operasi pasar tekan harga jelang Ramadhan 2026

Sigi, Sulteng (ANTARA) - Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sulawesi Tengah menyiapkan skema pelaksanaan operasi pasar murah sebagai upaya menekan kenaikan harga pangan, pengendalian inflasi dan stabilisasi harga bahan pokok menjelang Ramadhan 2026.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sulawesi Tengah Richard Arnaldo mengatakan pelaksanaan operasi pasar murah tersebut menyediakan lima ton beras untuk masyarakat Kabupaten Sigi.
"Jadi, selama dua hari pelaksanaannya di Kabupaten Sigi menyediakan stok beras 5 ton, 1,4 ton gula pasir, minyak goreng 2,5 ton, telur 600 rak, 200 ekor ayam, bawang putih dan bawang merah masing-masing 20 kilogram," kata Richard saat ditemui awak media di Kalukubula, Sigi, Sulteng, Selasa.
Ia mengemukakan masyarakat dibatasi untuk pembelian bahan pangan di operasi pasar tersebut.
"Jadi yang disubsidi tetap dibatasi pembelian oleh masyarakat, sementara yang tidak dibatasi untuk bahan pangan nonsubsidi seperti bawang putih," ucapnya.
Ia menuturkan untuk masyarakat yang membeli bahan pangan hanya perlu membawa fotokopi kartu keluarga (KK) atau kartu tanda penduduk (KTP).
"Pelaksanaan operasi pasar murah ini memang rutin kami laksanakan jelang bulan Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri, tapi karena keterbatasan anggaran maka saat ini hanya fokus di 6 wilayah, salah satunya Kabupaten Sigi," sebutnya.
Richard menyebutkan masing-masing kabupaten di Sulawesi Tengah pun juga tetap melaksanakan kegiatan serupa dengan menggunakan anggaran APBD.
"Jika berdasarkan laporan BPS memang terjadi kenaikan harga tetapi tidak secara signifikan di Kabupaten Sigi ini khususnya, tentunya melalui operasi pasar murah pemerintah provinsi bisa melakukan intervensi agar stabilitas harga tetap terjaga di Kota Palu dan sekitarnya termasuk Kabupaten Sigi," kata dia.
Menurut dia, salah satu wilayah sebagai perhitungan inflasi di Sulteng adalah Kota Palu.
"Kota Palu kan salah satu wilayah perhitungan inflasi maka Kabupaten Sigi, Donggala dan Parigi Moutong harus dijaga stabilitas harga pangannya," ujarnya.
Ia berharap pelaksanaan operasi pasar tersebut dapat terdistribusi dengan tepat sasaran, merata dan bermanfaat untuk masyarakat.
"Saya mengimbau pelaku usaha dan pedagang agar bisa menjaga stoknya masing-masing dan mendistribusikan kepada masyarakat serta tetap menjaga stabilitas harga, kalau ada pedagang menjual barangnya di atas HET maka segera kami telusuri penyebabnya," sebut Richard.
Pewarta : Moh Salam
Editor:
Andilala
COPYRIGHT © ANTARA 2026
