
Bangkep perkuat langkah kendalikan inflasi jelang Ramadhan

Palu (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan, Sulawesi Tengah, memperkuat langkah strategis dalam pengendalian inflasi dan stabilitas harga bahan pokok menjelang Ramadhan 1447 Hijriah.
Sekretaris Daerah Kabupaten Banggai Kepulauan Muhamad Aris Susanto dalam keterangannya di Palu, Rabu, menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam menjaga inflasi tetap rendah dan stabil.
Menurut dia, peningkatan permintaan masyarakat menjelang Ramadhan dan Idul Fitri kerap memicu kenaikan harga kebutuhan pokok apabila tidak diantisipasi sejak dini.
“Inflasi bukan sekadar persoalan ekonomi, tetapi menyentuh langsung kesejahteraan masyarakat. Karena itu pengendalian harga pangan harus dilakukan lebih awal agar daya beli warga tetap terjaga,” katanya.
Ia menjelaskan pemerintah daerah telah menyiapkan sejumlah langkah strategis melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), di antaranya memastikan ketersediaan stok bahan pokok seperti beras, minyak goreng, gula, telur, cabai, dan bawang hingga Lebaran.
Lebih lanjut, kata dia, dinas terkait bersama Bulog juga diminta memperkuat koordinasi guna menjaga kelancaran distribusi dan kesinambungan pasokan di seluruh wilayah.
Selain itu, pemerintah daerah akan mengintensifkan pelaksanaan operasi pasar murah secara masif dan tepat sasaran, khususnya di daerah yang mengalami kenaikan harga signifikan.
TPID juga diminta memperketat pemantauan harga secara real time melalui inspeksi pasar serta pengawasan jalur distribusi guna mencegah praktik penimbunan.
Aris menegaskan sinergi lintas sektor menjadi kunci keberhasilan pengendalian inflasi, termasuk keterlibatan camat dalam memantau pergerakan harga di tingkat kecamatan.
Ia menambahkan pemerintah daerah juga mendorong penguatan kerja sama dengan Bank Indonesia Perwakilan Sulawesi Tengah dan Bulog melalui program Gerakan Pangan Murah yang dinilai efektif menjaga stabilitas harga, terutama di daerah rawan inflasi.
Menurut dia, tantangan pengendalian inflasi ke depan semakin kompleks akibat berbagai faktor, mulai dari dampak perubahan iklim hingga dinamika harga pangan dan energi global.
“Oleh karena itu, TPID diminta terus berinovasi dan memperkuat strategi pengendalian inflasi daerah guna menjaga stabilitas ekonomi dan melindungi daya beli masyarakat,” katanya.
Pewarta : Nur Amalia Amir
Editor:
Andilala
COPYRIGHT © ANTARA 2026
