Logo Header Antaranews Sulteng

Warga Palu diimbau kurangi penggunaan plastik selama Ramadhan

Senin, 2 Maret 2026 18:40 WIB
Image Print
Ilustrasi - Petugas menimbang sampah plastik milik nelayan yang dikumpulkan dari laut di Pantai Mamboro, Palu, Sulawesi Tengah, Minggu (9/7/2023). ANTARA FOTO/Basri Marzuki/Spt

Palu (ANTARA) - Pemerintah Kota Palu, Sulawesi Tengah, mengimbau masyarakat untuk mengurangi penggunaan plastik selama Ramadhan 1447 Hijriah/2026 Masehi.

“Mari tingkatkan ibadah sambil menjaga kualitas lingkungan hidup agar tetap Aman, Sehat, Resik, Indah (ASRI),” kata Wali Kota Palu Hadianto Rasyid dalam imbauannya di Palu, Senin.

Pemkot Palu telah mengeluarkan Surat Edaran Nomor XX/500.9.14.2/II/KADIS DLH tentang Pelaksanaan Bulan Suci Ramadhan 1447 H/Tahun 2026 Minim Sampah Plastik.

Dalam edaran tersebut, masyarakat diimbau untuk mengutamakan penggunaan wadah guna ulang saat berburu takjil dan kuliner Ramadhan, dengan membawa tempat makan sendiri dari rumah atau menggunakan kemasan ramah lingkungan saat membeli lauk dan takjil basah.

Masyarakat juga diimbau untuk meminimalkan penggunaan barang sekali pakai seperti styrofoam, plastik mika, sedotan, kantong kresek, dan kemasan sacet.

Selain itu, dalam kegiatan di masjid dan musala, pengurus tempat ibadah disarankan menyediakan gelas kaca atau plastik tebal yang dapat dicuci ulang, bukan gelas plastik sekali pakai.

Fasilitas air galon isi ulang juga dianjurkan untuk mengurangi penggunaan botol minuman kemasan, sementara jamaah diimbau membawa tumbler pribadi saat shalat tarawih maupun kajian.

Selain itu, pemerintah mengimbau agar dilakukan pemilahan sampah di area pedagang dan masjid menjadi tiga kategori, yakni organik seperti sisa makanan, kulit buah, dan daun untuk kompos, anorganik yang dapat didaur ulang seperti botol plastik, kaleng, dan kertas bersih, serta residu yang tidak dapat diolah kembali.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Palu Ibnu Mundzir mengatakan Kota Palu saat ini gencar melakukan pembatasan penggunaan kemasan plastik sekali, baik itu di pusat perbelanjaan, pusat kuliner, perkantoran hingga rumah tangga.

"Kami terus berbenah di bidang kebersihan, karena Palu saat ini sedang gencar menata kawasan perkotaan supaya daerah ini lebih tertib, nyaman, aman dikunjungi semua orang dan memiliki nilai estetika yang baik," katanya.

Menurut data DLH Palu, rata-rata timbulan sampah di ibu kota Sulteng mencapai 170 ton per hari, terdiri atas 71 persen sisa makanan, 11 persen sampah plastik, dan sisanya logam serta jenis lain.

Melalui imbauan tersebut, Pemkot Palu berharap kesadaran masyarakat terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan semakin meningkat serta mewujudkan Ramadhan 1447 H minim sampah plastik.



Pewarta :
Editor: Andilala
COPYRIGHT © ANTARA 2026