
MBG tak ganggu dana pendidikan bahkan insentif guru honorer ditambah

Jakarta (ANTARA) - Tenaga Ahli Utama Badan Komunikasi Pemerintah RI Hariqo Wibawa Satria menegaskan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak mengganggu anggaran pendidikan, bahkan insentif bagi guru honorer justru ditambah.
Hariqo menyampaikan hal tersebut untuk meluruskan narasi yang beredar di masyarakat bahwa Program MBG menyedot banyak alokasi APBN dari bidang pendidikan. Program MBG dan pendidikan justru saling melengkapi untuk mewujudkan generasi emas 2045.
"Pada tahun 2026, insentif guru honorer naik menjadi Rp400.000 per bulan (insentif bukan gaji, melainkan pendapatan tambahan selain gaji). Kemudian, Tunjangan Profesi Guru (TPG) bagi guru honorer juga naik dari Rp1,5 juta menjadi Rp2 juta per bulan," katanya dalam siniar bersama ANTARA di Jakarta, Kamis.
Kemudian, kata dia, sesuai perintah Presiden, semua guru, staf sekolah, para ustadz di pesantren dan tenaga kependidikan juga dapat MBG.
Ia menjelaskan, ketentuan tentang pembagian MBG kepada seluruh tenaga kependidikan juga telah tetuang dalam Peraturan Presiden Nomor 115 tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Program MBG pada pasal 4.
Hariqo juga meluruskan informasi yang beredar tentang sekolah terbengkalai karena MBG. Hal itu tidak benar karena sepanjang tahun 2025, 16 ribu sekolah sudah diperbaiki, bahkan di tahun 2026, ditargetkan sebanyak 71 ribu sekolah akan kembali dilengkapi fasilitasnya.
"Ini revitalisasi sekolah terbesar di era reformasi. Sebanyak 288 ribu sekolah juga telah mendapatkan fasilitas canggih penunjang belajar, namanya Interactive Flat Panel (IFP) atau Papan Interaktif Digital.
"Selama 16 bulan menjabat, Presiden Prabowo Subianto juga telah mendirikan 166 Sekolah Rakyat. Ini untuk pendidikan saudara-saudara kita dari keluarga yang mengalami kemiskinan ekstrem, 100 persen gratis, berasrama, dan secara bertahap setiap siswa serta guru mendapatkan satu laptop," ucap Wibowo.
Selain itu, lanjut dia, Sekolah Garuda juga sudah beroperasi, agar semakin banyak anak Indonesia yang kuliah di kampus-kampus terbaik di dunia.
"Beasiswa Garuda juga sudah berjalan. Program Magang Nasional yang digaji juga turut membantu anak-anak bangsa dan sedang berlangsung, yang menargetkan 100 ribu lulusan baru diploma 1 dan strata 1," tuturnya.
Pewarta : Lintang Budiyanti Prameswari
Editor:
Andilala
COPYRIGHT © ANTARA 2026
