Logo Header Antaranews Sulteng

China tolak logika negara besar harus mengelola dunia bersama

Minggu, 8 Maret 2026 16:40 WIB
Image Print
Menteri Luar Negeri China Wang Yi dalam konferensi pers soal "Kebijakan diplomasi dan hubungan luar negeri China" di Beijing, China pada Minggu (8/3/2026) (ANTARA/Desca Lidya Natalia)

Beijing (ANTARA) - Menteri Luar Negeri China Wang Yi menyampaikan bahwa Beijing tidak mendukung logika bahwa negara-negara besar harus bersama-sama mengelola dunia.

Pernyataan tersebut disampaikan Wang Yi dalam konferensi pers pada Minggu, menanggapi konsep hipotetis China dan Amerika Serikat memimpin tata kelola dunia.

“China tidak akan pernah mengikuti jalan lama, di mana negara yang kuat pada akhirnya selalu berusaha mencari hegemoni, dan tidak mendukung logika negara-negara besar yang bersama-sama mengatur dunia,” katanya.

Diplomat senior itu menekankan bahwa China dan Amerika Serikat memang memiliki pengaruh yang tidak diragukan lagi di dunia, tetapi tidak boleh dilupakan bahwa ada lebih dari 190 negara di planet ini.

Wang Yi mencatat bahwa sejarah dunia selalu ditulis bersama oleh semua negara dan masa depan umat manusia selalu diciptakan bersama oleh rakyat dari semua bangsa.

“Oleh karena itu, koeksistensi yang pluralistik adalah wajah sejati masyarakat manusia, dan koeksistensi multipolar adalah bentuk yang tepat dari tatanan internasional,” tambahnya.

Menurut diplomat tersebut, terlepas dari apa pun perkembangan situasi internasional dan seberapa maju China nantinya, negara itu tidak akan pernah mencari hegemoni atau melakukan ekspansi.

Adapun konferensi pers Menteri Luar Negeri China tersebut berlangsung di sela-sela Sidang Keempat Kongres Rakyat Nasional (NPC) ke-14, lembaga legislatif tertinggi negara itu, yang diselenggarakan di Beijing pada 5 hingga 12 Maret.

Sumber: Sputnik/RIA Novosti




Pewarta :
Editor: Andilala
COPYRIGHT © ANTARA 2026