Logo Header Antaranews Sulteng

Turki desak Iran tahan diri usai rudal kembali dicegat di wilayahnya

Selasa, 10 Maret 2026 08:58 WIB
Image Print
Ilustrasi - Umat Islam melaksanakan shalat di Masjid Jami Al Fajri, Pasar Minggu, Jakarta, Senin (10/3/2025). Masjid yang berdiri tahun 1947 tersebut memiliki desain bangunan seperti Masjid Sultan Ahmed atau Masjid Biru di Istanbul, Turki dan memiliki luas bangunan 1.000 meter persegi. ANTARA FOTO/Fauzan/tom. (A)

Ankara (ANTARA) - Turki meminta Iran untuk menahan diri dari eskalasi lebih lanjut di Kawasan Timur Tengah menyusul penghancuran rudal lainnya di langit Turki, kata kepala komunikasi kantor kepresidenan Turki, Burhanettin Duran pada Senin (9/3).


Sebelumnya pada hari itu, Kementerian Pertahanan Turki mengatakan pasukan NATO menghancurkan rudal balistik yang diluncurkan dari Iran di wilayah udara Turki, menambahkan tidak ada korban tewas maupun terluka.
"Sangat penting agar ketegangan di kawasan (Timur Tengah) tidak meningkat dan konflik tidak menyebar ke wilayah yang lebih luas. Sekali lagi, kami mendesak semua pihak, terutama Iran, untuk menahan diri dari tindakan yang membahayakan keamanan regional dan dapat membahayakan penduduk sipil," katanya.
Pada Sabtu (7/3) Menteri Luar Negeri Turki Hakan Fidan mengatakan Ankara telah memperingatkan Teheran agar insiden jatuhnya rudal di Turki tidak terulang kembali.
"Kami bukanlah negara yang mudah terprovokasi; kami tidak ragu melindungi wilayah udara kami," kata Fidan.
"Kami tahu seperti apa rasanya terseret ke dalam perang. Kami membahas ini dengan rekan-rekan Iran kami dan mengatakan bahwa jika ini adalah rudal yang 'hilang', itu akan menjadi masalah yang berbeda," imbuhnya.
Tapi, jika kejadian serupa terulang kembali, dia menyarankan Teheran untuk berhati-hati.
Sumber: Sputnik



Pewarta :
Editor: Andriy Karantiti
COPYRIGHT © ANTARA 2026