Logo Header Antaranews Sulteng

Inggris dikabarkan mulai batasi penjualan solar ke petani

Selasa, 24 Maret 2026 12:35 WIB
Image Print
Arsip foto - Presiden Amerika Serikat Donald Trump (kanan) dan Perdana Menteri Inggris Keir Starmer (kiri) mengadakan konferensi pers bersama di Ruang Timur Gedung Putih di Washington, D.C., Amerika Serikat pada 27 Februari 2025. ANTARA/Celal Güneş/Anadolu/pri. (ANTARA/Celal Güneş/Anadolu/pri)

London (ANTARA) - Pedagang grosir solar di Inggris mulai membatasi penjualan kepada petani, menurut laporan Telegraph yang mengutip asosiasi industri, Selasa (24/3).

Pengecer bahan bakar mengurangi volume pesanan untuk memenuhi sebanyak mungkin permintaan, dari sebelumnya 10.000 liter per petani menjadi sekitar 2.000 liter, kata Manajer Pengadaan Bahan Bakar Anglia Farmers Patrick Crehan.

Menurut Crehan, pembatasan sejauh ini berdampak pada Skotlandia dan wilayah Essex di timur London.

Petani di Skotlandia mengatakan pengecer hanya menjual hingga 500 liter solar per pelanggan.

Serikat Petani Nasional menyatakan sedang memantau situasi, tetapi belum ada laporan masalah yang meluas terkait pasokan solar atau pupuk.

Menurut RAC, salah satu perusahaan layanan otomotif terbesar di negara itu, harga solar di Inggris telah naik 17 persen sejak awal eskalasi terkait Iran, sementara harga bensin meningkat 9 persen.

Mesin pertanian di Inggris menggunakan diesel merah, yang dikenakan tarif pajak lebih rendah.

Sumber: Sputnik/RIA Novosti




Pewarta :
Editor: Andriy Karantiti
COPYRIGHT © ANTARA 2026