Logo Header Antaranews Sulteng

Rubio klaim perdamaian Lebanon-Israel dapat segera tercapai

Rabu, 6 Mei 2026 16:08 WIB
Image Print
Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengadakan konferensi pers di Gedung Putih mengenai isu-isu terkini di Washington DC, Amerika Serikat pada 5 Mei 2026. ANTARA/Fatih Aktaş - Anadolu Agency/pri.

Washington (ANTARA) - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Marco Rubio mengeklaim pemerintah Lebanon dan Israel tidak memiliki perselisihan, serta menyebut perdamaian antara kedua pihak “dapat segera dicapai.”

“Tidak ada masalah antara Pemerintah Lebanon dan Pemerintah Israel. Israel tidak mengeklaim ada wilayah di Lebanon yang menjadi milik mereka,” kata Rubio dalam pengarahan pers, Selasa.

“Saya pikir kesepakatan damai antara Lebanon dan Israel segera dapat dicapai dan seharusnya bisa terwujud,” ujarnya menambahkan.

Rubio mengatakan Washington berkomitmen terhadap proses penyelesaian antara kedua negara, meski memperingatkan upaya tersebut tidak akan mudah.

“Kami sangat berkomitmen pada proses ini. Ini tidak akan mudah... persoalan ini sudah berlangsung sangat lama. Kami akan melakukan segala yang kami bisa untuk memastikan kedua pihak terus berbicara sehingga kemajuan menuju semacam gencatan senjata permanen dapat dicapai dan tidak terus-menerus dihambat oleh Hizbullah,” katanya.

Pada 16 April, Presiden AS Donald Trump mengumumkan Presiden Lebanon Joseph Aoun dan Pemimpin Otoritas Israel Benjamin Netanyahu sepakat memulai gencatan senjata selama 10 hari, yang kemudian diperpanjang tiga pekan.

Meski demikian, Israel disebut masih terus melancarkan serangan udara dan artileri hampir setiap hari ke Lebanon selatan. Hizbullah juga membalas dengan serangan terhadap pasukan Israel di kawasan perbatasan negara tersebut.

Sumber: Sputnik/RIA Novosti-OANA




Pewarta :
Editor: Andriy Karantiti
COPYRIGHT © ANTARA 2026