Logo Header Antaranews Sulteng

Lebanon siap percepat persiapan negosiasi dengan dukungan AS

Selasa, 5 Mei 2026 08:51 WIB
Image Print
Bunga-bunga di kursi, tempat foto Khalil, rompi pers, dan helm diletakkan, terlihat selama upacara pemakaman jurnalis Amal Khalil, yang tewas dalam serangan militer Israel yang menargetkan desa Tayri, di Nabatieh, Lebanon, Kamis (23/4/2026). (ANTARA/Elif Öztürk/Anadolu/pri.) (ANTARA/Elif Öztürk/Anadolu/pri.)

Beirut (ANTARA) - Presiden Lebanon Joseph Aoun, Senin, menegaskan negaranya tetap berkomitmen pada jalur perundingan dan siap mempercepat persiapan dengan dukungan Amerika Serikat di tengah situasi regional yang sensitif.

“Kami siap mempercepat laju negosiasi sejauh Amerika Serikat melakukannya. Tidak ada jalan keluar selain proses ini karena melayani kepentingan seluruh rakyat Lebanon,” kata Aoun saat bertemu delegasi blok parlemen Strong Republic.
Aoun menekankan situasi saat ini sangat rapuh dan menuntut penguatan persatuan nasional, seraya menilai hanya melalui konsolidasi internal, Lebanon dapat menghadapi tantangan politik dan keamanan yang semakin kompleks.
Menurut Aoun, pertemuan persiapan ketiga yang melibatkan duta besar Lebanon untuk Washington dijadwalkan dalam beberapa hari mendatang guna membuka jalan bagi dimulainya pembicaraan di bawah naungan AS.
Ia menyebut langkah tersebut sebagai capaian penting, sekaligus menyoroti perhatian langsung yang diberikan Presiden AS Donald Trump terhadap perkembangan Lebanon dalam konteks upaya mendorong stabilitas kawasan.
Aoun menegaskan tujuan perundingan tidak berubah, yakni penarikan pasukan Israel dari wilayah Lebanon yang diduduki serta pemulangan para tahanan sebagai bagian dari penyelesaian yang lebih luas.
Ia juga menggarisbawahi pentingnya dukungan terhadap militer dan institusi negara sebagai pilar utama stabilitas, di tengah tekanan ekonomi dan politik yang terus membebani Lebanon dalam beberapa tahun terakhir.
Aoun menyerukan seluruh kekuatan politik untuk bersatu di belakang negara, seraya menegaskan bahwa rakyat Lebanon telah lelah menghadapi konflik berkepanjangan dan dampak destruktif yang ditimbulkannya.
Sumber: Sputnik





Pewarta :
Editor: Andriy Karantiti
COPYRIGHT © ANTARA 2026