
Realisasi APBD Sulteng 2017 Capai 90,29 Persen

Itu belum termasuk dana bantuan operasional sekolah atau BOS yang sudah terealisasi sebesar Rp103 miliar
Palu, (Antaranews Sulteng) - Realisasi keuangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Sulawesi Tengah per 31 Desember 2017 mencapai 90,29 persen.
"Itu belum termasuk dana bantuan operasional sekolah atau BOS yang sudah terealisasi sebesar Rp103 miliar," kata Kepala Biro Pembangunan dan Sumber Daya Alam (SDA) Pemprov Sulteng Tuty Zarfiana dalam rilisnya, di Palu, Minggu.
Rapat pimpinan evaluasi dan pengawasan realisasi anggaran (Tepra) APBD 2017 dipimpin langsung oleh Gubernur Sulteng Longki Djanggola, Jumat (18/1), di aula Polibu, kantor gubernur Sulteng, didampingi oleh Sekretaris Provinsi Sulteng Moh Hidayat Lamakarate.
Tuty yang juga Sekretaris Tepra menjelaskan alokasi APBD Sulteng tahun 2017 sebesar Rp3,71 triliun, dan yang terealisasi sebesar Rp3,35 triliun.
Tuty merincikan, realisasi belanja tidak langsung sebesar Rp1,97 triliun dari alokasi Rp2,15 triliun. Kemudian realisasi belanja langsung sebesar Rp1,38 triliun dari alokasi sebesar Rp1,56 triliun.
"Sisa lebih APBD Tahun 2017 sebesar Rp360,7 miliar, belum termasuk dana BOS yang sementara dilakukan rekonsiliasi sebesar Rp103 miliar, dan akan mempengaruhi dana Silpa tersebut," ujar Tuty.
Gubernur Sulteng Longki Djanggola menyampaikan ucapan terima kasih kepada kepala organisasi perangkat daerah (OPD) yang telah dengan tulus melaksanakan anggaran dan kegiatan, termasuk pertanggungjawaban pada masing masing OPD.
Menurut gubernur, skema perhitungan realisasi anggaran sebesar 90,29 persen, belum termasuk realisasi dana BOS, dikarenakan realisasi dana BOS bisa diperhitungkan kepada realisasi anggaran setelah dilakukan pertanggungjawaban dari sekolah. Dana BOS yang sudah dicairkan sebesar Rp103 miliar.
"Nantinya realisasinya dapat difinalisasi, setelah selesai rekonsiliasi pertanggungjawaban sekolah dengan BPKAD yang sementara berlangsung," ujar Gubernur pula.
Selain itu, Gubernur juga meminta Sekprov untuk dapat menyesuaikan anggaran, sehingga dapat dilakukan penghematan.
Pewarta : Fauzi
Editor:
Sukardi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
