Logo Header Antaranews Sulteng

Kapolres Touna minta personel perkuat deteksi dini untuk antisipasi karhutla

Selasa, 11 Agustus 2026 16:35 WIB
Image Print
Polresta Tojo Una-una bersama instansi terkait melaksanakan gelar pasukan karhutla untuk mengantisipasi potensi karhutla di daerah di Tojo Una-una, Selasa (11/8/2026). ANTARA/HO-Humas Polres Tojo Una-una

Palu (ANTARA) - Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Tojo Una-Una, Sulawesi Tengah AKBP Yanna Djayawidya meminta personel memperkuat deteksi dini untuk mengantisipasi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah setempat.

“Segera lakukan tindakan apabila ditemukan titik api agar tidak berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas,” katanya pada apel gelar pasukan karhutla di Touna, Selasa.

Ia mengatakan penguatan deteksi dini diperlukan untuk memastikan setiap informasi maupun indikasi munculnya titik api dapat segera ditindaklanjuti sebelum berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas.

Menurut dia, gelar pasukan tersebut bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi menjadi langkah untuk memastikan kesiapan personel, sarana, dan prasarana dalam melakukan pencegahan dan penanganan karhutla.

Ia meminta seluruh personel meningkatkan kewaspadaan, kesiapan sarana dan prasarana, serta kemampuan dalam melakukan pencegahan dan penanganan karhutla secara cepat dan terpadu.

Gelar pasukan itu melibatkan personel Kepolisian Resor (Polres) Touna, Polsek jajaran, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Unit Pelaksana Teknis Dinas Kesatuan Pengelolaan Hutan (UPTD KPH), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta pemadam kebakaran.

Kapolres mengatakan karhutla merupakan persoalan serius karena dampaknya tidak hanya merusak hutan dan lingkungan, tetapi juga dapat mengganggu kesehatan masyarakat, aktivitas ekonomi, serta kehidupan masyarakat.

Ia menekankan pentingnya sinergi antara TNI-Polri, pemerintah daerah, instansi terkait, dan masyarakat dalam mencegah maupun menangani karhutla.

Ia juga mengingatkan personel agar mengutamakan keselamatan dalam bertugas, menjaga soliditas, dan menjunjung nama baik institusi.

Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan imbauan potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Sulawesi Tengah (Sulteng) berada pada kategori sedang hingga sangat tinggi selama 9-15 Agustus 2026.

Berdasarkan hasil analisis Fire Danger Rating System (FDRS), BMKG mencatat tingkat kemudahan bahan bakar ringan di permukaan tanah atau Fine Fuel Moisture Code (FFMC) berada di atas angka 82 di seluruh 13 kabupaten/kota pada 9–15 Agustus.



Pewarta :
Editor: Muhammad Zulfikar
COPYRIGHT © ANTARA 2026