
Bulog Sulteng: harga beras petani masih tinggi

Harga beras yang dipatok petani di sentra-sentra produksi di wilayah Sulteng berkisar Rp8.500-an per kilogram
Palu, (Antaranews Sulteng) - Perum Bulog Divisi Regional Sulawesi Tengah kesulitan membeli beras petani karena harganya masih tinggi, jauh di atas harga pembelian pemerintah (HPP).
"Harga beras yang dipatok petani di sentra-sentra produksi di wilayah Sulteng berkisar Rp8.500-an per kilogram," kata Kepala Bidang Pengadaan dan OPP Perum Bulog Sulteng Bahar Bahura di Palu, Selasa.
Ia menjelaskan HPP beras yang ditetapkan pemerintah melalui Inpres Nompr 5 Tahun 2015 sebesar Rp7.300 per kilogram.
Dalam membeli produksi petani, kata dia, Bulog tetap berpedoman kepada HPP yang telah diberlakukan selama ini.
Menurut dia, dengan kondisi harga seperti itu, Bulog sulit bersaing dengan para pedagang baik lokal maupun yang datang dari luar seperti Manado dan Gorontalo.
Pedagang dari provinsi tentangga tersebut datang membeli beras petani dengan harga yang cukup tinggi.
Sementara di satu sisi, Bulog membeli dengan harga di bawah pembelian pedagang. "Ini cukup sulit. Bulog tetap masih bisa menyerap, tetapi jumlahnya kecil," kata Bahar.
Pada musim panen (MP) 2018 ini, Bulog Sulteng ditargetkan menyerap beras petani untuk kebutuhan stok nasional sebanyak 50.000 ton.
Pada MP 2017, Bulog Sulteng mampu menyerap sebanyak 43.000 ton dari target yang ditetapkan Perum Bulog Pusat sebanyak 42.162 ton.
Jika dilihat dari kondisi harga beras di tingkat petani di Sulteng yang masih jauh di atas HPP, Bulog harus berjuang keras untuk bisa memenuhi target yang ditetapkan.
Bulog, katanya telah berusaha keras membeli beras petani dengan turun langsung ke lumbung-lumbung beras yang ada di sejumlah kabupaten di Sulteng.
Meski sulit untuk bersaing dengan pedagang, Bulog tetap optimistis prognosa (target) pembelian beras untuk kebutuhan stok nasional di Sulteng pada MP 2018 akan tercapai.
Baca juga: Harga beras di Palu masih dibawah het
Pewarta : Anas Masa
Editor:
Anas Masa
COPYRIGHT © ANTARA 2026
